Repelita [Jakarta] - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tengah merintis pembicaraan intensif untuk mencapai kesepakatan sementara yang dijalankan secara bertahap.
Meski Donald Trump optimistis negosiasi akan segera membuahkan hasil, pihak Tehran bersikap lebih hati-hati dengan menyebut belum ada kemajuan berarti hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
Rancangan kesepakatan ini disusun ke dalam empat tahapan strategis yang mensyaratkan pemenuhan komitmen kedua belah pihak di setiap langkahnya.
Fase pertama memprioritaskan stabilitas melalui gencatan senjata dan penghentian operasi militer, termasuk tuntutan Iran agar situasi di Lebanon menjadi bagian dari pembahasan.
Selanjutnya, fase kedua fokus pada jaminan keamanan navigasi internasional di Selat Hormuz sebagai rute krusial perdagangan energi dunia.
Tahap ketiga mencakup langkah membangun kepercayaan ekonomi, seperti pelonggaran sanksi terbatas serta pencairan aset Iran yang selama ini terblokir di luar negeri.
Fase terakhir merupakan bagian paling rumit karena menyangkut isu nuklir, pengayaan uranium, hingga mekanisme pengawasan jangka panjang yang membutuhkan waktu diskusi berbulan-bulan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui persoalan nuklir menjadi topik utama namun menegaskan bahwa Tehran belum menyepakati kerangka perdamaian yang diusulkan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengonfirmasi bahwa saluran komunikasi antara kedua negara masih aktif berjalan hingga saat ini.
Meski demikian, ia menegaskan belum ada kemajuan nyata yang dapat mengakhiri konflik dan menghasilkan kesepakatan final.
Dinamika perundingan ini makin kompleks setelah DPR AS mengesahkan resolusi penarikan pasukan dari perang melawan Iran, yang menjadi beban politik baru bagi pemerintahan Trump. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok