Berita, Nasional

Bongkar Files Lengkap Pendidikan Gibran Ini dengan Luke Susilo Peneliti Ijazah Jkw-Gibran

Repelita.id

10 October 2026 22:14 WIB

Bongkar Files Lengkap Pendidikan Gibran Ini dengan Luke Susilo Peneliti Ijazah Jkw-Gibran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Peneliti administrasi pencalonan Luke Susilo membeberkan sejumlah temuan krusial mengenai kejanggalan dokumen kelulusan milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pemaparan data tersebut disampaikan secara terbuka dan disiarkan melalui video pada kanal YouTube [@ReflyHarunChannel](https://www.youtube.com/watch?v=2OlEENwE6qc) yang dipublikasikan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam tayangan tersebut, Luke Susilo menjelaskan bahwa penelusuran independen yang ia lakukan murni didasarkan pada ketertarikannya terhadap misteri kesimpangsiuran riwayat studi pejabat publik terkait.

Ia memaparkan adanya kejanggalan administrasi pada proses verifikasi di Komisi Pemilihan Umum yang semestinya mewajibkan keberadaan berkas autentik secara berpasangan.

"Urutannya ijazahnya dulu baru surat keterangan kan iya nah sedangkan di sini surat keterangannya ada tapi ijazahnya enggak ada," ungkap Luke Susilo.

Luke menyatakan bahwa penelusurannya menemukan indikasi kuat bahwa berkas fisik kelulusan tingkat menengah dari luar negeri milik Gibran tidak pernah dilampirkan secara utuh.

"Apakah Gibran punya ijazah setara SLTA atau tidak? High school diploma, high school living certificate dalam bahasa apapun baik itu pakai abjat maupun pakai hangul atau pakai pinyin atau pakai kanji tidak ada," tegasnya.

Ia menduga ada fase pendidikan dari sang pejabat publik yang tidak diselesaikan sampai akhir sehingga dokumen kelulusan resmi tersebut tidak diterbitkan oleh lembaga luar negeri terkait.

"Gibran ini pasti pendidikannya ada yang tidak selesai sehingga dia tidak mendapatkan certificate atau diploma atau apapun namanya untuk di luar negeri. Karena kalau dia sempat menyelesaikan ya pasti ada yang namanya certificate of completion-nya. Tapi ini cuma yang disertakan certificate of attendance ya dan transkrip nilai," jelas Luke.

Ia mengingatkan publik agar jeli dalam membedakan keabsahan status kelulusan formal seseorang hanya berdasarkan kepemilikan dokumen transkrip akademik semata.

"It dosen't mean kalau Anda punya transkrip nilai itu anda tamat. Kita harus lihat karena saya pernah dulu pernah minta transkrip nilai tapi belum ada skripsinya tapi saya butuh untuk kerja," tambahnya memberikan analogi.

Berdasarkan temuan tersebut, Luke mengusulkan pembentukan komite independen nasional guna memverifikasi secara menyeluruh agar integritas administratif penyelenggaraan pemilu masa depan dapat terjaga dengan baik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung