Berita, Nasional

Bongkar Makna Pidato AHY Ray Rangkuti Sebut Pidato AHY Sindir Jokowi, Demokrat Minta Publik Tidak Senewen

Repelita.id

09 September 2026 21:13 WIB

Bongkar Makna Pidato AHY Ray Rangkuti Sebut Pidato AHY Sindir Jokowi, Demokrat Minta Publik Tidak Senewen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik nasional Ray Rangkuti mengemukakan pandangan bahwa pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara ulang tahun partai diarahkan kepada Presiden ketujuh Joko Widodo.

Pernyataan tersebut dicetuskan mengingat isi pidato sang ketua umum banyak menyoroti pentingnya merawat nilai demokrasi serta pengingat bahwa kekuasaan tidak bersifat abadi.

ADVERTISEMENT

Ray menduga kuat bahwa pesan moral tersebut berkaitan erat dengan kalkulasi peta kekuatan menuju ajang Pemilihan Presiden tahun 2029 mendatang.

“Mungkin ini semacam sikap terhadap langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh Pak Jokowi untuk semacam mengingatkan bahwa Pak Jokowi ini sudah dua periode,” ucap Ray, Rabu (9/9/2026).

Analisis tersebut juga dilandasi oleh asumsi bahwa mantan kepala negara tersebut berpotensi mendorong putranya agar kembali maju dalam kontestasi nasional berikutnya.

“Nah, saya memahami pidato Pak AHY itu mungkin ke arah sana salah satunya, yaitu arah semacam mengingatkan bahwa ada kata cukup, lah, di dalam kekuasaan itu,” ujar Ray.

Selain itu, Ray turut memandang bahwa figur AHY memiliki peluang besar untuk turut meramaikan bursa pencalonan sebagai kandidat wakil presiden.

Ia memperhitungkan adanya skenario di mana politisi tersebut didorong untuk mendampingi kepemimpinan nasional yang sedang berjalan saat ini.

Kendati demikian, gerak langkah tersebut diyakini tidak lepas dari tarik menarik kepentingan dengan kubu pendukung Joko Widodo.

“Bahasa moral soal kekuasaan bukan punya seseorang dan bukan selamanya dari AHY tentu ada kaitan dengan kontestasi menuju 2029,” kata Ray.

Pandangan senada sempat dilontarkan pula oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menanggapi isi pidato yang sama.

Doli menilai rangkaian kalimat yang disampaikan dalam acara internal partai tersebut terbaca sebagai sinyal kuat kesiapan terjun dalam kontestasi mendatang.

“Seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” kata Doli.

Walau demikian, pihak Partai Golkar mengingatkan agar para elite politik tetap fokus menghadapi berbagai persoalan mendesak yang dirasakan masyarakat luas.

Di sisi lain, DPP Partai Demokrat langsung memberikan bantahan keras atas segala spekulasi liar yang mengaitkan pidato ketua umumnya dengan syahwat politik praktis.

Kader internal partai, Yan A Harahap, menilai pihak-pihak luar justru menunjukkan reaksi berlebihan dalam memaknai substansi pidato tersebut.

“Kok pada ‘senewen’ ya dengan Pidato Politik AHY?” tulis akun @YanAHarahap

, Selasa (8/9/2026).

Ia menegaskan bahwa penyampaian pandangan kebangsaan oleh pimpinan tertinggi partai merupakan agenda rutin tahunan yang bersifat organisatoris.

“Setiap Partai Demokrat berulang tahun, Ketum AHY memang menyampaikan pidato politik. Ini tradisi organisasi, bukan kejadian luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta publik agar tidak serta-merta menarik kesimpulan keliru seolah setiap narasi kebangsaan selalu bermuatan syahwat kekuasaan.

“Tidak semua pidato politik adalah deklarasi pencapresan. Tidak setiap gestur adalah kode politik. Dan tidak setiap kalimat harus dipaksa menjadi manuver menuju Pilpres,” kata Yan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung