Repelita [Jakarta] - Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan militer terhadap tiga pulau milik Iran yang berada di kawasan Selat Hormuz.
Berdasarkan keterangan Pusat Komando AS atau CENTCOM pada Senin, 1 Juni 2026, sasaran utama operasi tersebut adalah Pulau Goruk, Qeshm, dan Sirik.
ADVERTISEMENT
Di Pulau Goruk dan Qeshm, militer Amerika Serikat menyasar sejumlah situs rudal serta fasilitas radar milik Iran.
Sementara itu, gempuran di Pulau Sirik secara spesifik diarahkan untuk menghancurkan pangkalan angkatan udara milik negara tersebut.
CENTCOM menyatakan bahwa langkah ofensif ini merupakan tindakan balasan setelah Iran menembak jatuh pesawat nirawak MQ-1 Reaper milik AS.
Drone tersebut merupakan aset vital yang telah digunakan pasukan Amerika sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.
Sebelumnya, AS juga telah melakukan serangkaian serangan serupa ke wilayah Iran termasuk markas militer di Bandar Abbas pada Rabu, 27 Mei 2026.
Serangan tersebut diklaim sebagai upaya pencegahan karena Iran diduga bersiap meluncurkan drone dari fasilitas militer itu.
Tindakan-tindakan ini terukur, murni bersifat defensif, dan bertujuan untuk mempertahankan gencatan senjata, tutur seorang pejabat militer AS yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Pada Selasa, 26 Mei 2026, pihak AS juga mengaku telah melumpuhkan dua kapal milik Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC.
Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyebut kapal tersebut disergap saat hendak menaburkan ranjau laut di jalur pelayaran internasional.
Seluruh rangkaian serangan ini terjadi di tengah proses negosiasi perdamaian yang berlangsung alot sejak 21 Mei lalu.
Hingga saat ini, upaya diplomatik tersebut belum membuahkan kesepakatan berarti antara kedua negara yang bertikai.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya dilaporkan telah kehilangan kesabaran dan mengancam akan meningkatkan eskalasi jika diplomasi tetap gagal.
Kami mampu untuk memulai kembali (serangan ke Iran) jika diperlukan.
(Bahkan), kami lebih dari mampu.
Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia.
Jadi, kami berada dalam posisi yang sangat baik, ungkap Hegseth saat berada di Singapura, Sabtu, 30 Mei 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok