Berita, Internasional

[BREAKING NEWS] Donald Trump Tuding Politisi Demokrat Jihadis Peringatkan Potensi Berkuasa Di Washington Usai Kemenangan Kandidat Muslim Pemilu Primer

Repelita.id

12 August 2026 14:33 WIB

[BREAKING NEWS] Donald Trump Tuding Politisi Demokrat Jihadis Peringatkan Potensi Berkuasa Di Washington Usai Kemenangan Kandidat Muslim Pemilu Primer
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden AS Donald Trump meluncurkan serangan verbal tajam terhadap jajaran politisi Partai Demokrat dengan menjuluki mereka sebagai kelompok jihadis.

Langkah kontroversial tersebut diambil usai menguatnya perolehan suara faksi progresif dalam ajang pemilu primer jelang pemilu paruh waktu.

ADVERTISEMENT

"Kita melihat kaum jihadis terpilih di berbagai tempat, entah itu komunisme [atau] jihadisme," ujar Trump kepada para wartawan di Ruang Oval pada hari Senin (10/8/2026).

Pernyataan tersebut dilontarkan usai mempertimbangkan masukan dari rekan diskusinya mengenai situasi politik terkini.

"Seorang teman menelepon saya dan berkata, ‘Anda tahu […] Anda sebaiknya menggunakan istilah jihadis’, karena itulah yang sebenarnya terjadi. Jika Anda melihat apa yang terjadi di negara-negara lain, saya tidak yakin kita ingin menjalani kehidupan seperti itu."

Pernyataan bernada memicu sentimen tersebut memantik kembali gelombang wacana Islamofobia dari lingkaran faksi Republik.

Sikap keras Trump mengemuka usai Abdul El-Sayed yang merupakan politisi Muslim progresif dari Partai Demokrat memenangi pemilu primer Senat AS di wilayah Michigan.

Trump bahkan mengunggah komparasi foto dirinya dan Melania Trump bersanding dengan foto El-Sayed bersama sang istri yang mengenakan jilbab dengan menyematkan kalimat "Two VERY DIFFERENT America’s".

Ia turut melabeli para pemenang pemilu primer dari sayap kiri sebagai kelompok ekstremis radikal yang mengancam stabilitas pemerintahan di Washington.

Tudingan serupa juga diarahkan Trump kepada Wali Kota New York Zohran Mamdani terkait kebijakan pajak properti yang diterapkannya.

Langkah Trump langsung diikuti jajaran politisi Republik lain yang secara gencar melontarkan tuduhan kepada para kandidat Muslim.

Senator Tommy Tuberville asal Alabama melabeli El-Sayed sebagai sosok radikal yang berniat merusak tatanan Negara Paman Sam.

Sementara itu Perwakilan Nancy Mace dari South Carolina mengklaim keberadaan pejabat Muslim di ranah publik sebagai ancaman keamanan nasional.

Kecaman keras langsung berdatangan dari internal Partai Demokrat serta berbagai lembaga pemerhati hak sipil atas gelombang serangan tersebut.

Abdul El-Sayed menepis tudingan itu saat berbicara di program CNN State of the Union dengan menegaskan keberagaman pandangan di internal partainya.

Dewan Hubungan Amerika-Islam turut memperingatkan bahwa narasi negatif Trump berpotensi membahayakan keselamatan para pejabat Muslim.

Senator Republik Bill Cassidy dari Louisiana juga mengkritik penggunaan istilah tersebut dan meminta setiap calon dinilai secara personal.

Eskalasi persaingan politik ini kian memanas mendekati pemilu paruh waktu November 2026 yang memperebutkan 435 kursi DPR serta 34 kursi Senat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung