Repelita Netivot - Di tengah ketegangan konflik bersenjata yang memanas antara Israel dan Iran serta agresi militer di Lebanon, sebuah fenomena aneh justru menjadi pusat perhatian dunia.
Kepanikan massal melanda Kota Netivot, Israel selatan, pada Rabu, 15 April 2026, ketika ribuan lebah memenuhi langit, dinding pusat perbelanjaan, hingga balkon rumah warga.
ADVERTISEMENT
Bukan sirene peringatan serangan udara Iran yang membuat warga berlarian, melainkan dengungan ribuan makhluk kecil yang ternyata memiliki tempat istimewa dalam ajaran agama Islam.
Warga yang biasanya waspada terhadap roket atau serangan rudal Iran tiba-tiba dihadapkan pada musuh yang tak terduga yaitu ribuan lebah yang menyelimuti kaca etalase toko, tiang lampu, dan mobil yang terparkir.
Pemerintah Kota Netivot langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan darurat yang meminta warga untuk menjauhi lokasi-lokasi yang dipenuhi lebah hingga petugas profesional tiba.
Seorang peternak lebah dari Negev barat, Gal Golan, mengungkapkan keanehan lain dengan menerima laporan tentang sarang lebah yang ditemukan di dalam sofa di balkon rumah hingga di dalam kendaraan militer Hummer yang baru keluar dari Jalur Gaza.
Para ahli entomologi dan peternak lebah setempat meminta warga untuk tidak panik berlebihan karena fenomena ini bukanlah agresi biologis melainkan peristiwa alam yang disebut swarming atau perpindahan koloni.
Boaz Ben Ze'ev, seorang pendidik perlebahan, menjelaskan bahwa musim semi dengan cuaca yang hangat menjadi pemicu utama lebah untuk membelah diri dan membangun koloni baru sebagai proses reproduksi alami.
Setelah musim dingin yang penuh hujan dan musim mekar yang melimpah, koloni lebah menjadi sangat kuat dan kenaikan suhu di dalam sarang memicu mereka keluar mencari rumah baru.
Dalam fase migrasi ini, lebah tidak memiliki sarang, madu, atau larva yang harus dilindungi sehingga kondisi mereka biasanya tidak agresif.
Fokus utama kawanan ini hanyalah melindungi ratu mereka dan beristirahat sementara lebah pencari terbang mencari lokasi yang cocok untuk sarang permanen yang baru.
Dalam ajaran Islam, lebah bukanlah sekadar serangga pengganggu melainkan makhluk yang sangat istimewa hingga Allah mengabadikannya dalam kitab suci Alquran.
Begitu istimewanya serangga ini hingga ia menjadi nama dari satu surat utuh, yaitu Surat An-Nahl yang artinya Lebah.
Dalam Surat An-Nahl ayat 68 hingga 69, Allah SWT berfirman yang artinya: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah agar membuat sarang di bukit-bukit, pohon-pohon kayu, dan tempat-tempat yang dibuat manusia.
Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan.
Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
Ayat ini menegaskan bahwa lebah beroperasi di bawah bimbingan ilahi atau naluri dari Allah sebagai makhluk yang produktif dan bermanfaat.
Ciri khas seorang mukmin pun diumpamakan seperti lebah oleh Rasulullah SAW karena memakan yang halal, mengeluarkan yang baik, dan hinggap tanpa memecah atau merusak.
Fenomena invasi lebah di Netivot terjadi di tengah eskalasi konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang sangat tinggi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru saja menyatakan kesiapannya menghadapi skenario terburuk jika perang dengan Iran dilanjutkan.
Di Lebanon, korban jiwa akibat agresi militer Israel sejak 2 Maret 2026 telah mencapai 2.167 jiwa.
Dalam situasi penuh ketegangan, kebencian, dan ancaman kematian tersebut, muncullah kawanan lebah yang dalam Islam bisa dilihat sebagai pengingat halus dari Tuhan.
Lebah mengajarkan tentang kerja sama yang sempurna dalam koloni, kepemimpinan yang diikuti, dan produksi sesuatu yang menyembuhkan bukan yang membunuh.
Fenomena ini kontras dengan konflik manusia yang saling merakit rudal dan bom untuk saling menghancurkan.
Penelitian ilmiah modern telah membuktikan klaim Alquran yang diturunkan 14 abad lalu bahwa madu memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, serta mengandung antioksidan tinggi.
Peristiwa yang membuat warga Israel kocar-kacir ini adalah cerminan nyata dari kebesaran ciptaan Allah yang tetap hadir sebagai simbol kesembuhan dan keberkahan di tengah konflik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok