Berita, Nasional

[BREAKING NEWS] HEBOH Mahasiswa UMY Ciduk Intel Polda DIY yang Menyusup ke Kampus Usai Aksi Demonstrasi

Repelita.id

18 June 2026 23:53 WIB

[BREAKING NEWS] HEBOH Mahasiswa UMY Ciduk Intel Polda DIY yang Menyusup ke Kampus Usai Aksi Demonstrasi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Suasana di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendadak riuh pada Rabu (17/6/2026) malam setelah mahasiswa berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pengintaian.

Pria yang mengenakan pakaian sipil berupa kaus hitam dan celana jin tersebut kedapatan sedang memotret para mahasiswa yang baru saja pulang mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Titik Nol Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

Wakil Rektor UMY, Zuly Qodir, menyayangkan tindakan aparat intelijen yang nekat masuk ke area privat kampus tanpa koordinasi resmi dengan pihak rektorat.

"Karena masuk kampus mahasiswa marah, dan saya pun tidak mengizinkan intel-intel berkeliaran di kampus semaunya. Kecuali, memang dia ada janjian ada surat ada perintah mau ketemu dengan saya ya saya temui," ujar Zuly menegaskan aturan akademis.

Zuly menjelaskan bahwa situasi sempat memanas saat massa mahasiswa yang curiga mulai mengepung pria tersebut di dalam area kampus.

"Kira-kira jam 17.00 bubar pulang sampai kampus. Aman baik-baik saya minta mereka berangkat berapa jumlahnya pulang berapa jumlahnya harus sama dan tidak boleh ada aksi atau tindakan kekerasan dan penghinaan kepada siapapun," jelasnya.

Ketika terdesak oleh massa, pria tersebut akhirnya mengakui identitasnya sebagai anggota intelijen dari Polda DIY yang sedang menjalankan tugas pemantauan.

"Intel ini diminta mahasiswa siapa namanya, pangkatnya apa, dinas dimana, lalu disuruh minta maaf. Intelnya Dafa namanya itu nurut, saya minta untuk nurut kalau gak nurut saya gak tanggung jawab," kata Zuly menceritakan situasi di ruang rektorat.

Menanggapi insiden tersebut, Jogja Police Watch (JPW) melontarkan kritik keras dan mendesak pimpinan Polda DIY segera melakukan evaluasi terhadap personel yang bertugas.

Kepala Divisi Humas JPW, Baharuddin Kamba, menyatakan bahwa peristiwa ini memberikan citra buruk bagi profesionalisme kepolisian di mata publik.

"JPW mengusulkan agar oknum intel Polda DIY tersebut bersama komandannya yang disebut bernama Bejo untuk dibebastugaskan dan diminta untuk mengikuti pendidikan ilmu kepolisian khususnya di bidang intelejen. Hal ini penting agar kedepannya tidak ada lagi peristiwa intel polisi ketangkap mahasiswa," tegas Kamba.

Kamba menambahkan bahwa pihak kepolisian seharusnya lebih terbuka jika memang memiliki tujuan pengamanan di lapangan.

"JPW mengusulkan kedepannya perlu dievaluasi terkait kehadiran intelijen baik intelejen polisi maupun TNI saat adanya aksi demontrasi. Jika memang tidak diperlukan kehadiran intelejen TNI/Polri, maka tidak perlu hadir," lanjutnya.

Sementara itu, pihak Polda DIY melalui Kabid Humas Kombes Pol Ihsan memberikan klarifikasi mengenai keberadaan anggotanya tersebut di lokasi kejadian.

"Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY dan merupakan petugas yang resmi yang terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan hari ini (kemarin) di Titik Nol," ujar Ihsan dalam keterangan Kamis (18/6/2026).

Ihsan berkilah bahwa kehadiran personelnya bertujuan untuk memastikan keselamatan para mahasiswa hingga kembali ke lingkungan kampus.

"Terkait yang bersangkutan ada di lokasi adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan murni dalam rangka mengawal keselamatan peserta aksi yang akan pulang ke kampusnya dalam keadaan aman dan selamat," tambahnya.

Mengenai adanya ketegangan, pihak Polda DIY menyebut bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan secara damai melalui koordinasi bersama pihak kampus.

"Terkait miskomunikasi dan kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan dengan humanis. Kami telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pihak rektorat dan mahasiswa dan saat ini anggota tersebut telah kembali ke Polda DIY." (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung