Berita, Nasional

[BREAKING NEWS] Mantan Kadivhubinter Polri Irjen Pol Purnawirawan Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Repelita.id

18 October 2026 17:07 WIB

[BREAKING NEWS] Mantan Kadivhubinter Polri Irjen Pol Purnawirawan Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah kabar duka menyelimuti institusi kepolisian ketatanegaraan setelah salah satu mantan perwira tinggi terbaiknya dilaporkan berpulang ke hadapan Sang Khalik.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut disiarkan melalui unggahan rekaman informasi di kanal YouTube Tribun Sumsel pada hari Minggu, 18 Oktober 2026 yang mengonfirmasi berakhirnya perjalanan hidup sang tokoh.

Dunia kepolisian tanah air berduka atas meninggalnya mantan analis kebijakan utama Itwasum Polri serta mantan kepala divisi hubungan internasional Kadivhubinter Polri Irjen Pol Purnawirawan Napoleon Bonaparte.

Kepergian sosok mantan jenderal bintang dua ini seketika menyisakan ruang duka mendalam bagi jajaran Korps Bhayangkara serta elemen masyarakat luas.

Mantan perwira tinggi kepolisian negara Republik Indonesia Polri tersebut dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu 18 Oktober 2026.

Kabar mengenai berpulangnya almarhum untuk selamanya pertama kali dipublikasikan oleh figur hukum yang pernah mendampingi perjalanan kasus pribadinya.

Kabar duka mengenai berpulangnya almarhum pertama kali disampaikan oleh mantan pengacaranya Putri Maya Rumanti melalui akun Instagram pribadinya dalam unggahan tersebut.

Pihak keluarga serta kerabat dekat memohonkan untaian doa terbaik agar seluruh amal ibadah almarhum dapat diterima di sisi-Nya dengan tenang.

Putri menyampaikan doa dan rasa duka mendalam atas kepergian mantan kliennya kepergian mantan jenderal bintang dua ini meninggalkan kenangan tersendiri bagi rekan seprofesi maupun publik.

Berdasarkan catatan rekam medik serta dokumen sipil formal almarhum diketahui memiliki riwayat tanah kelahiran dari wilayah bagian selatan Sumatra.

Diketahui Irjen Pol Purnawirawan Drs Napoleon Bonaparte M.Si lahir di Baturaja Sumatera Selatan pada 26 November 1965 napoleon Bonaparte menganut agama Islam.

Semasa hidupnya sang purnawirawan perwira tinggi senior ini telah berkeluarga mapan serta dikaruniai beberapa orang putra dan putri.

Ia sudah menyandang gelar haji ia memiliki empat orang anak yang bernama Sarafin Naingale Ibda Polo Batara STRK Sabina Devi dan Leonid Vito.

Garis silsilah keturunan dari almarhum juga menegaskan latar belakang pengabdian yang kental pada struktur komando penegakan hukum nasional.

Ayah Napoleon Bonaparte bernama Muhammad Seri ia merupakan salah satu perwira tinggi senior di kepolisian yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian Akpol tahun 1988.

Selama aktif berdinas di kepolisian rekam jejak prestasinya dikenal sangat menonjol pada bidang spesialisasi penindakan perkara kriminalitas khusus.

Selama meniti karir di Polri Napoleon dikenal memiliki spesialisasi dan pengalaman yang mendalam di bidang reserse perjalanan karir kepolisiannya mulai menanjak.

Puncak kepemimpinan kewilayahan pertamanya diraih saat dirinya dipercaya memimpin unit teritorial di tingkat kabupaten pada paruh dua dekade lalu.

Ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kapolres Ogan Komering Ulu di Polda Sumatera Selatan pada tahun 2006 2 tahun berselang pada 2008.

Ia mendapat promosi jabatan sebagai wakil direktur reserse kriminal Wadir Reskrim Polda Sumatera Selatan karirnya terus berkembang hingga pada tahun 2009.

Eksistensi kepemimpinannya kian meluas hingga dipercaya memegang tongkat komando reserse di wilayah pusat kebudayaan Jawa bagian tengah.

Ia diangkat menjadi direktur reskrim Polda Daerah Istimewa Yogyakarta DIY memasuki tahun 2011 Napoleon ditarik ke markas besar Mabes Polri.

Langkah penguatan struktur penyelidikan di tingkat pusat mengawali kiprah panjangnya di dalam jajaran gedung utama Korps Bhayangkara Jakarta.



Tanggung jawab besar sempat dipikulnya dalam rangka mencetak serta menggembleng mentalitas calon-calon pimpinan teras kepolisian masa depan.

Tugas tersebut diembannya untuk membina para calon perwira puncak karir kepolisiannya bergeser ke ranah kerja sama internasional saat ia mulai bergabung.

Sektor diplomasi penegakan hukum antarnegara menjadi pelabuhan karir tertingginya sebelum akhirnya memasuki masa purnatugas resmi.

Dengan divisi hubungan internasional Divhubinter Polri pada 2016 napoleon pertama kali mengemban tugas sebagai Kabag International set NCB Interpol Indonesia.

Kemudian naik jabatan menjadi ses NCB Interpol Indonesia di Divhubinter Polri pada 2017 atas keahliannya di bidang tersebut Napoleon resmi dilantik.

Sebagai kepala divisi hubungan internasional Kadivhubinter Polri pada 3 Februari 2020 menggantikan Irjen Pol Purnawirawan Saiful Maltha namun masa jabatannya berlangsung pendek.

Kadivhubinter berlangsung selama 5 bulan setelah ia dimutasi menjadi analis kebijakan utama Itwasum Polri pada 17 Juli 2020 terkait evaluasi.

Proses pergeseran posisi struktural tersebut berkaitan erat dengan langkah pengawasan internal atas polemik penanganan buronan kelas kakap.

Pengawasan internal kasus pencabutan Red Notice Djoko Tjandra semasa hidupnya penilaian atas rekam jejak Napoleon juga sempat ditanggapi oleh pengamat.

Kendati memiliki riwayat jabatan yang mentereng otoritas pemantau kinerja kepolisian menilai kinerjanya cenderung berada dalam taraf moderat.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch IPW Neta S Pane pernah memberikan pandangannya mengenai perjalanan karir Napoleon saya kira prestasinya datar-datar saja tidak ada yang istimewa.

Pernyataan tersebut disampaikan Neta kepada tribunnews.com minggu beberapa waktu lalu alumni Akpol 1988 ini beberapa kali sempat terkena masalah hukum.

Dirinya harus melewati fase kelam dalam perjalanan hidupnya setelah dinyatakan bersalah atas pusaran kasus suap penghapusan status buron daring.

Hingga harus berurusan dengan polisi pada 2020 dan 2021 bagaimana tidak Napoleon pernah terjerat kasus korupsi karena menerima suap sebesar 350.000 dolar Amerika Serikat.

Nilai kompensasi ilegal tersebut setara dengan besaran miliaran rupiah yang diterima langsung dari pihak eksternal yang sedang berkasus hukum.

Setara Rp 5,1 miliar dan 200.000 dolar Singapura atau Rp 2,1 miliar dari Joko Tjandra ia terlibat dalam menghilangkan nama Joko Tjandra dari daftar Red Notice Interpol.

Atas konsekuensi pembuktian di muka persidangan tersebut majelis hakim menjatuhkan kepastian hukuman kurungan badan di lembaga pemasyarakatan.

Atas kasus itu Napoleon divonis 4 tahun penjara setelah dijebloskan ke penjara Napoleon kembali berulah di dalam sel tahanan.

Tindakan indisipliner fisik kembali dilakukannya di dalam sel terhadap salah seorang tahanan perkara dugaan penistaan keyakinan agama.

Ia menganiaya seorang tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece akibatnya ia divonis 5,5 bulan penjara napoleon Bonaparte resmi bebas pada April 2023.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok










TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung