Berita, Timur Tengah

[BREAKING NEWS] Media Haaretz Bongkar Penjarahan Massal IDF di Lebanon Selatan, Komandan Disebut Tutup Mata?

Repelita.id

24 April 2026 21:31 WIB

[BREAKING NEWS] Media Haaretz Bongkar Penjarahan Massal IDF di Lebanon Selatan, Komandan Disebut Tutup Mata?
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Media Israel Haaretz mengungkap dugaan praktik penjarahan besar-besaran oleh tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap rumah dan bisnis warga sipil di Lebanon selatan.

Berdasarkan kesaksian para prajurit dan komandan di lapangan, aksi mengambil barang milik warga tersebut disebut terjadi dalam skala yang luas.

ADVERTISEMENT

Bahkan praktik ini diklaim sudah dianggap sebagai hal yang biasa di sejumlah unit militer Israel.

Barang-barang yang diambil para tentara mulai dari sepeda motor, televisi, hingga perabot rumah tangga seperti sofa dan karpet.

“Ini terjadi dalam skala yang gila. Siapa pun yang mengambil sesuatu langsung memasukkannya ke kendaraan mereka,” ujar seorang prajurit dalam kesaksiannya.

Para tentara juga mengaku bahwa aksi penjarahan tersebut dilakukan secara terbuka saat pasukan meninggalkan wilayah Lebanon selatan.

Kesaksian lain menyebutkan bahwa banyak komandan, baik tingkat junior maupun senior, mengetahui praktik tersebut namun tutup mata.

Beberapa atasan hanya memberikan teguran lisan tanpa tindak lanjut yang tegas, sementara lainnya disebut tidak bereaksi sama sekali.

“Komandan batalion dan brigade tahu segalanya,” kata seorang prajurit membocorkan fakta mengejutkan tersebut.

Laporan Haaretz menegaskan bahwa penjarahan ini bukanlah kebijakan resmi militer Israel.

Namun praktik meluas akibat lemahnya penegakan disiplin di jajaran tentara Zionis.

Para prajurit menilai tidak adanya sanksi berat menjadi faktor utama maraknya aksi penjarahan ini.

“Jika ada yang dihukum, ini akan berhenti. Tapi tanpa hukuman, pesannya jelas,” ungkap salah satu tentara.

Situasi semakin diperparah dengan tidak adanya pemeriksaan ketat di titik keluar wilayah operasi.

Padahal pos pemeriksaan tersebut sebelumnya digunakan untuk mencegah barang curian dibawa keluar dari Lebanon.

Beberapa prajurit mengaitkan fenomena ini dengan tekanan akibat konflik berkepanjangan sejak 7 Oktober 2023.

Selain itu, tingginya ketergantungan pada pasukan cadangan juga disebut turut mempengaruhi lemahnya disiplin.

Banyak wilayah sipil yang ditinggalkan pemiliknya akibat konflik, sehingga menciptakan kondisi yang rawan disalahgunakan.

Sebagian tentara bahkan beralasan bahwa barang-barang tersebut akan rusak atau hancur.

Mereka merasa “tidak ada bedanya” jika barang itu diambil daripada dibiarkan sia-sia.

Menanggapi laporan tersebut, Pasukan Pertahanan Israel menyatakan bahwa pihaknya melarang keras segala bentuk penjarahan.

IDF menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran akan diperiksa dan dapat berujung pada tindakan disiplin hingga proses pidana.

Operasi militer Israel di Lebanon selatan kembali meningkat setelah serangan balasan dari Hizbullah.

Ketegangan masih berlangsung dengan adanya zona penyangga di perbatasan kedua negara.

Konflik ini dilaporkan telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi dan menelan ribuan korban jiwa di Lebanon.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung