Berita, Internasional

[BREAKING NEWS] Prajurit TNI Keempat Gugur di Lebanon, Praka Rico Meninggal akibat Luka Ledakan Proyektil

Repelita.id

24 April 2026 21:59 WIB

[BREAKING NEWS] Prajurit TNI Keempat Gugur di Lebanon, Praka Rico Meninggal akibat Luka Ledakan Proyektil
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kabar duka kembali datang dari Lebanon. Satu lagi prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB gugur akibat luka parah yang dideritanya pada Jumat (24/4/2026).

Prajurit berpangkat Praka Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama sebulan penuh di sebuah rumah sakit di Kota Beirut.

ADVERTISEMENT

UNIFIL dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa Praka Rico mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret lalu.

Prajurit berusia 31 tahun itu sebelumnya berjuang keras melawan luka yang dideritanya, namun akhirnya Tuhan berkata lain.

“UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan rekan-rekan Praka Pramudia, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pemerintah serta rakyat Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” bunyi pernyataan resmi misi PBB tersebut.

UNIFIL kembali mengulangi seruannya kepada semua pihak yang terlibat konflik di Lebanon untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional.

Mereka juga mendesak agar keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB senantiasa terjamin setiap saat.

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” demikian isi pernyataan tegas UNIFIL.

Praka Rico tercatat sebagai personel TNI keempat yang gugur di Lebanon akibat konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Tiga insiden terpisah telah menyerang pasukan TNI di Lebanon selatan, yakni pada tanggal 29 dan 30 Maret serta 3 April lalu.

PBB pada 7 April lalu mengungkapkan hasil penyelidikan penyebab gugurnya tiga prajurit TNI dalam dua insiden sebelumnya.

Dua kejadian pada 29 dan 30 Maret menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai lima lainnya.

Sementara serangan lainnya pada 3 April melukai tiga prajurit TNI tanpa menyebabkan korban jiwa.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menjelaskan bahwa insiden pertama pada 29 Maret di dekat Adchit Al Qusayr disebabkan oleh tembakan tank Merkava milik Israel.

Insiden tersebut mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon yang kini secara anumerta dinaikkan pangkatnya menjadi Kopda.

Jika merujuk pada hasil penyelidikan PBB, maka Praka Rico yang gugur sebulan kemudian juga akibat serangan tank Merkava yang sama bersama rekannya Praka Farizal.

Sementara insiden kedua yang terjadi keesokan harinya di Bani Hayyan mengakibatkan gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur.

Kendaraan yang mereka tumpangi hancur akibat ledakan yang diduga berasal dari ranjau darat yang dipasang kelompok Hizbullah Lebanon.

Dengan gugurnya Praka Rico, jumlah personel TNI yang tewas dalam misi perdamaian di Lebanon akibat konflik terbaru ini bertambah menjadi empat orang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung