Berita, Timur Tengah

[BREAKING NEWS] Presiden Iran Masoud Pezeshkian Nyatakan Perang Skala Penuh Usai Digempur Militer Amerika Serikat

Repelita.id

23 July 2026 00:10 WIB

[BREAKING NEWS] Presiden Iran Masoud Pezeshkian Nyatakan Perang Skala Penuh Usai Digempur Militer Amerika Serikat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perjanjian perdamaian yang sempat disepakati beberapa waktu lalu kini benar-benar musnah setelah pimpinan tertinggi Iran mengumumkan status konfrontasi militer total terhadap Amerika Serikat.

Pernyataan terbuka tersebut disampaikan awal pekan ini menyusul gelombang pengeboman udara dari kekuatan adidaya tersebut yang membumihanguskan pelbagai instalasi vital di kawasan utara serta tengah negeri para mullah.

ADVERTISEMENT

Kenyataannya adalah hari ini Republik Islam Iran tengah terlibat dalam perang skala penuh, tegas Pezeshkian seperti dikutip dari pemberitaan internasional pada hari Selasa, 21 Juli 2026.

Kegagalan gencatan senjata ini seketika memicu kepanikan pasar energi internasional dengan lonjakan harga minyak menembus rekor tertinggi bulanan akibat perebutan pengaruh di perairan vital timur tengah.

Teheran langsung merespons dengan menutup total jalur pelayaran strategis tersebut yang dibalas Washington melalui penerapan embargo ketat terhadap seluruh pelabuhan komersial milik Iran.

Sejak awal eskalasi bersenjata meletus di penghujung Februari silam, militer republik islam secara konsisten membombardir berbagai instalasi militer lawan yang tersebar di negara-negara tetangga kawasan teluk.

Pasukan elit pengawal revolusi mengonfirmasi keberhasilan gempuran balasan yang diarahkan langsung ke sejumlah titik pertahanan strategis musuh di wilayah yordania, bahrain, hingga suriah.

Situasi geopolitik diprediksi bakal semakin tak terkendali menyusul ancaman serius dari kelompok bersenjata yaman yang merupakan sekutu dekat teheran untuk melumpuhkan dermaga minyak kerajaan arab saudi.

Rencana penutupan jalur ekspor alternatif tersebut berisiko memotong pasokan jutaan barel minyak harian yang selama ini dialirkan melalui pesisir laut merah demi menghindari blokade perairan selat.

Kontak senjata secara langsung bahkan sempat dilaporkan terjadi antara pasukan kerajaan dan militer gerombolan yaman setelah bertahun-tahun mereda, mengancam seluruh kawasan timur tengah jatuh ke jurang kehancuran total.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung