Repelita Jakarta - Rusia dan China menggunakan hak veto untuk menggagalkan rancangan resolusi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB terkait perpanjangan mandat panel pemantau sanksi terhadap Iran.
Informasi tersebut dibagikan akun Threads @nandxnandza pada Jumat, 18 September 2026, dan unggahannya telah memperoleh sekitar 37,7 ribu tayangan.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, @nandxnandza menulis, “TERBARU:
🇷🇺🇨🇳🇮🇷 🇺🇲 Rusia dan China memveto rancangan resolusi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB yang bertujuan memperpanjang mandat sebuah komite yang mengawasi sanksi terhadap Iran.”
Akun tersebut kemudian menjelaskan, “Rusia dan China menggunakan hak veto untuk menggagalkan rancangan resolusi AS yang ingin memperpanjang mandat Panel of Experts PBB yang memantau penerapan sanksi terhadap Iran.”
Menurut unggahan @nandxnandza, mandat panel tersebut dijadwalkan berakhir pada 26 September 2026.
Informasi itu juga mencantumkan Reuters dan United Nations sebagai sumber rujukan dalam unggahan tersebut.
Berdasarkan laporan Reuters pada 17 September 2026, Rusia dan China memang memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan Amerika Serikat untuk memperpanjang pemantauan independen terhadap sanksi internasional kepada Iran. (Reuters)
Panel of Experts tersebut bekerja di bawah Komite 1737 dan memiliki tugas mengumpulkan serta menganalisis informasi mengenai penerapan sejumlah langkah sanksi terhadap Iran, termasuk dugaan pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan Dewan Keamanan. (United Nations)
Mandat panel yang berlaku saat ini memang tercatat berakhir pada 26 September 2026, sebagaimana tercantum dalam informasi resmi Dewan Keamanan PBB. (United Nations)
Laporan mengenai pemungutan suara tersebut menyebut rancangan resolusi mendapat 11 suara mendukung, sementara Rusia dan China memberikan suara veto serta Pakistan dan Somalia memilih abstain, sehingga rancangan tersebut tidak dapat disahkan. (euronews)
Unggahan @nandxnandza kemudian mendapat berbagai tanggapan dari pengguna Threads yang membahas penggunaan hak veto Rusia dan China serta dinamika politik di Dewan Keamanan PBB.
Akun @mohd_asfaizal menulis, “Sebelum ni US sering veto berkaitan g4za. Sekarang baru dia rasa..”
Akun @jasinmohdnor memberikan tanggapan, “Mansuhkan kuasa veto setiap negara punya hak”.
Sementara akun @myf2727gmailcom menulis, “Baru sekarang nampak kuasa veto rusia dan china”.
Akun @adnanmyusoff juga memberikan respons, “Terbaik China 👍👍👍👍 Russia 👍👍👍”.
Salah satu komentar lain dari akun @firdausidoy menyinggung kemungkinan meningkatnya ketegangan global dengan menulis, “Semoga apa rancangan US kepada PBB diveto terus sama Rusia dan Cina. Biar Perang Diplomatik dulu. Lanjut Perang Dunia lll 😃😃😃”.
Komentar tersebut kemudian ditanggapi akun @ryanto_lubis dengan tulisan, “Abang tau apa artinya Perang Dunia 3??”
Peristiwa veto tersebut membuat upaya memperpanjang mandat panel ahli yang memantau penerapan sanksi terhadap Iran gagal disahkan Dewan Keamanan PBB, sementara mandat panel tersebut dijadwalkan berakhir pada 26 September 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads