Berita, Internasional

[BREAKING NEWS] Spanyol Resmi Masukkan Riwayat Nabi Muhammad SAW dan Ajaran Islam ke Kurikulum Sekolah Nasional

Repelita.id

30 July 2026 21:41 WIB

[BREAKING NEWS] Spanyol Resmi Masukkan Riwayat Nabi Muhammad SAW dan Ajaran Islam ke Kurikulum Sekolah Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemerintah Spanyol mengambil langkah progresif dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan bab khusus mengenai riwayat hidup Nabi Muhammad SAW dan nilai-nilai fundamental Islam ke dalam kurikulum studi agama nasional.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya negara Matador tersebut memperkuat inklusivitas dan pemahaman lintas budaya sejak dini.

ADVERTISEMENT

Kebijakan ini tidak sekadar mengajarkan sejarah, melainkan menitikberatkan pada sosok Nabi Muhammad SAW sebagai figur teladan dalam kemanusiaan.

Siswa akan diajak mendalami ajaran tentang toleransi, kesetaraan, dan pentingnya dialog antar-iman di tengah masyarakat modern yang majemuk.

Implementasi kebijakan ini disusun secara sistematis agar sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, khususnya di Tingkat Dasar untuk usia 6 hingga 12 tahun.

Fokus pengajaran berada pada pengenalan naratif dan kisah-kisah inspiratif kehidupan Nabi Muhammad SAW yang relevan dengan dunia anak-anak.

Kurikulum selanjutnya akan berkembang ke arah analisis nilai-nilai filosofis Islam dan bagaimana prinsip-prinsip tersebut berkontribusi pada harmoni sosial global.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengikis stereotip dan mempromosikan pluralisme keagamaan di tengah masyarakat.

Dengan memperkenalkan Islam secara akademis dan humanis, Spanyol berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih terbuka dan menghargai keberagaman.

"Ini adalah langkah konkret menuju pendidikan inklusif di mana setiap siswa memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan, bukan pemisah," kata Ketua PGRI Makassar Pantja Nur Wahidin pada Sabtu (2/5/2026).

Langkah Spanyol ini kini menjadi sorotan dunia, terutama di wilayah Uni Eropa, sebagai model pendidikan yang akomodatif terhadap realitas masyarakat multikultural saat ini. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung