Berita, Nasional

BRIN Minta Maaf Atas Kesalahan Konten Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Media Sosial

Repelita.id

02 June 2026 14:31 WIB

BRIN Minta Maaf Atas Kesalahan Konten Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Media Sosial
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pernyataan terbuka mengenai kekeliruan dalam pembuatan materi publikasi digital dikeluarkan oleh lembaga riset tertinggi negara.

Klarifikasi tersebut menyusul adanya gelombang atensi dari masyarakat pengguna internet terhadap materi ucapan hari besar nasional yang diunggah.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, platform penyiaran digital milik institusi tersebut membagikan pesan mendalam mengenai korelasi antara ideologi negara dan kemajuan ekosistem riset.

“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026,” tulis unggahan BRIN Indonesia.

Falsafah dasar negara diposisikan bukan sekadar sebagai dokumen hukum tertinggi, melainkan kompas etis dalam melahirkan produk pengetahuan terkini.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga sumber inspirasi dalam membangun masa depan bangsa melalui riset dan inovasi,” demikian isi unggahan tersebut.

Semangat kebersamaan serta nilai kemanusiaan universal turut diserukan sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian teknologi bangsa.

“With the spirit of mutual cooperation, unity, and humanity, let's continue to present science and technology that is beneficial for the country and create world peace,” tulis BRIN.

Slogan bernada persatuan nasional serta pesan perdamaian bagi peradaban global disematkan secara gamblang dalam materi perayaan tersebut.

“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” demikian kutipan yang disampaikan dalam konten peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

Akan tetapi, pihak pengelola akun tak lama kemudian meralat publikasi tersebut sembari melayangkan ungkapan penyesalan atas ketidaknyamanan yang timbul.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila,” tulis akun resmi BRIN Indonesia.

Detail mengenai bagian visual atau teks yang mengalami kekeliruan tidak dijabarkan secara spesifik dalam takarir perbaikan yang dirilis.

Momentum ini sejatinya merujuk pada peristiwa bersejarah penyampaian gagasan dasar negara oleh proklamator kemerdekaan dalam sidang BPUPKI silam. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung