Repelita [Jakarta] - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengimbau publik untuk tidak mempertentangkan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Ia menilai narasi yang mencoba mengadu domba kedua figur pimpinan tersebut berpotensi merusak soliditas roda pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut dilontarkan Budi Arie di tengah peringatan HUT ke-12 Projo di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
"Jadi soal hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, ya ini kan ada yang usaha juga adu domba, kan? Menurut saya, setop adu domba," kata Budi Arie, dikutip Fajar.co.id, Senin (24/8/2026).
Budi Arie menegaskan perbedaan dinamika politik antartokoh tidak boleh ditarik menjadi perselisihan pribadi.
Menurutnya, stabilitas nasional menjadi kunci utama bagi pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah di masyarakat.
Ia mengajak para elite untuk menekan kepentingan kelompok demi menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
"Kita harus menahan ego-ego kelompok, ego-ego pribadi untuk supaya pemerintahan ini bisa mengatasi permasalahan rakyat dan permasalahan bangsa dan negara ini dengan baik, gitu lho," ujarnya.
Budi Arie juga menegaskan posisi politik Projo yang konsisten berada di barisan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dukungan tersebut disampaikan untuk menepis berbagai rumor politik yang beredar terkait keretakan hubungan antar pimpinan.
Selain masalah soliditas, Projo menyatakan komitmen penuh terhadap agenda pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Namun, ia mengingatkan agar langkah penindakan korupsi dilakukan secara nyata tanpa pandang bulu di lingkaran kekuasaan.
"Enggak bisa ngomong pemerintahan antikorupsi kalau membiarkan praktik-praktik korupsi di sekitar elite-elite pemerintahan," kata Budi Arie.
Ia menekankan pentingnya keselarasan antara sikap politik dan tindakan nyata untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok