Repelita [Jakarta] - Langkah politik mantan Presiden Joko Widodo yang akan menyambangi berbagai daerah di tanah air memantik kritik pedas dari kalangan pengamat politik.
Buni Yani secara terbuka melontarkan penilaian keras bahwa kunjungan tersebut sama sekali tidak mencerminkan keberpihakan terhadap nasib rakyat maupun masa depan Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Jokowi tidak pernah memikirkan bangsa. Yang dia pikirkan hanya diri dan keluarganya. Itulah yang membuat rakyat marah," ungkap Buni Yani, Minggu (7/6/2026).
Sentimen negatif terhadap mantan kepala negara tersebut juga ramai diperbincangkan warganet yang meragukan integritas kepemimpinannya selama ini.
Salah satu netizen dengan nama akun Galur Isme meluapkan kekecewaannya di media sosial dengan menyoroti praktik nepotisme yang dinilai telah merusak nilai-nilai keteladanan.
"krn ketidak jujurannya, kibulannya dan nepotismenya melalui adik ipar," tulis Galur Isme dalam unggahannya.
Di sisi lain, rencana safari politik tersebut telah dikonfirmasi oleh jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia yang menyebutkan adanya target kunjungan ke seluruh provinsi.
Bestari Barus menjelaskan bahwa perjalanan tersebut akan dimulai dari beberapa wilayah strategis sebagai titik awal dari rangkaian kunjungan ke 38 provinsi.
"Lampung, NTT, Jabar. Tentu dalam rangkaian 38 provinsi, harus ada yang diawali," tutur Bestari mengenai agenda tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok