Berita, Viral Sosmed

Buntut Insiden Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Pembawa Acara Shindy Lutfiana Dinonaktifkan Pasca Alami Gelombang Boikot Netizen

Repelita.id

13 May 2026 19:52 WIB

Buntut Insiden Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Pembawa Acara Shindy Lutfiana Dinonaktifkan Pasca Alami Gelombang Boikot Netizen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ajang perlombaan cerdas cermat kebangsaan tingkat nasional garapan lembaga tinggi negara kini menuai polemik masif pasca mencuatnya insiden dualisme standar penilaian dari jajaran penguji kompetisi.

Kejadian bermula ketika utusan sekolah dari wilayah Kalimantan Barat melayangkan nota keberatan formal akibat adanya pemangkasan poin secara sepihak atas jawaban regulasi tata kelola keuangan yang mereka sampaikan.

ADVERTISEMENT

Suasana ruang perlombaan kian memanas setelah kelompok delegasi dari daerah lain melemparkan respons redaksional yang identik namun justru mendapatkan legalitas penilaian positif dari meja dewan juri.

Ketidakadilan sistemik tersebut seketika memicu protes keras dari para siswa yang kemudian diredam oleh sang pembawa acara melalui sebuah tanggapan lisan bernada penolakan empati.

Petugas pemandu jalannya acara mengabaikan kegelisahan para peserta di atas panggung perlombaan dengan melontarkan kalimat pendek yang berbunyi “Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,”.

Potongan dokumentasi visual momentum penolakan aspirasi tersebut seketika viral di jagat maya serta memantik kemarahan dari anggota parlemen fraksi partai kebangkitan bangsa Lalu Hadrian Irfani.

Legislator senayan tersebut mengecam keras tindakan kesewenang-wenangan para petugas pelaksana di lapangan melalui sebuah pernyataan resmi yang berbunyi "Di situ kita lihat arogansi dari juri tersebut. Seharusnya acara ini adalah penanaman nilai-nilai kebangsaan, maka jalannya acara itu juga harus mencerminkan nilai-nilai yang ada di dalam paham kebangsaan,".

Buntut dari kekisruhan tersebut sekretariat jenderal lembaga langsung menjatuhkan sanksi penonaktifan terhadap dua orang penguji Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni serta sang pembawa acara utama.

Pasca sanksi pemecatan itu diterbitkan sang pemandu acara membagikan dampak pilu yang dialaminya melalui akun pribadi tiktok.com @sinarbicara_by.shindy.mc mengenai besarnya tekanan psikologis dari netizen.

Melalui untaian kalimat digitalnya pada pertengahan Mei dua ribu dua puluh enam sang master of ceremony menumpahkan kesedihannya dengan menuliskan “Ketika aku membaca ribuan komentar dari netizen, hampir semua isinya hujatan untuk aku, semua kata-kata isi kebun binatang keluar, sumpah serapah aku terima, sampai seruan boikot Shindy MC,”.

Dirinya juga mengonfirmasi hilangnya seluruh kontrak kerja profesional akibat gelombang boikot massal yang melanda akun sosial medianya di dunia nyata.

Mantan pembawa acara kenegaraan tersebut merefleksikan hilangnya mata pencaharian utamanya pasca sanksi sosial dengan memaparkan “Dan sampai akhirnya memang benar-benar semua harapan dan tuntutan netizen terwujud, aku hilang pekerjaan. Aku bisa menerima itu semua dengan tabah, sabar, ini memang risiko yang harus aku terima atas kesalahanku,”.

Kendati demikian hantaman paling berat yang dirasakan oleh sang kurator komunikasi bukanlah hilangnya pemasukan finansial melainkan pengkhianatan emosional dari lingkaran sejawatnya.

Shindy menutup ulasan penyesalannya di ruang siber dengan membeberkan kepedihan batin atas runtuhnya solidaritas kelompok profesi melalui curahan hati terakhir berbunyi “Tapi tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini, ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan momen ‘jatuhnya aku sekarang’ untuk menghakimiku bahkan merayakannya,”.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung