Berita, Nasional

Cak Imin dan Nusron Wahid Sepakat PBNU Butuh Pemimpin dari Alumni PMII

Repelita.id

25 April 2026 17:41 WIB

Cak Imin dan Nusron Wahid Sepakat PBNU Butuh Pemimpin dari Alumni PMII
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Polemik seputar kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menguat setelah pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid pada Jumat, 24 April 2026.

Analis politik Adi Prayitno menilai isu ini menjadi salah satu perkembangan politik menarik karena melibatkan dua tokoh nasional yang sama-sama berasal dari lingkungan PMII.

ADVERTISEMENT

Dalam analisisnya yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Adi Prayitno menyoroti pidato Muhaimin Iskandar dalam acara IKPMII yang menilai kepemimpinan PBNU saat ini tidak layak dilanjutkan.

“Muhaimin dalam pidato politiknya mengatakan bahwa kepemimpinan PBNU saat ini dianggap gagal dan sangat tidak layak untuk dilanjutkan,” ujar Adi Prayitno.

Menurut Adi, Cak Imin menyampaikan kritik tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi organisasi di tengah berbagai isu yang menyeret PBNU.

Selain Cak Imin, Nusron Wahid juga menjadi perhatian karena menyinggung posisi PMII di lingkungan PBNU yang dinilai semakin terpinggirkan.

Dalam pidatonya, Nusron menyebut PMII lahir dari rahim NU namun kini terkesan seperti tamu di rumah sendiri.

“PMII hari ini jika datang ke PBNU seakan-akan menjadi tamu di rumahnya sendiri,” kata Adi mengutip pernyataan Nusron Wahid.

Adi menilai pernyataan itu menjadi sinyal jelas bahwa ada keresahan mendalam dari kalangan alumni PMII terhadap posisi mereka di tubuh PBNU saat ini.

Sorotan terhadap PBNU semakin menguat karena muktamar organisasi tersebut diperkirakan akan digelar pada bulan Agustus mendatang.

Momentum muktamar itu akan menjadi ajang penentuan kepemimpinan baru PBNU untuk periode ke depan.

Adi menilai pernyataan Cak Imin dan Nusron tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik panas menjelang pelaksanaan muktamar.

Menurutnya, ada kepentingan besar yang bermain terkait siapa sosok yang akan memimpin PBNU ke depan.

“Di situ akan terjadi perebutan siapa yang akan memenangkan pertarungan sebagai Ketua Umum PBNU,” ujarnya tegas.

Adi Prayitno menilai titik temu dari pernyataan dua tokoh tersebut adalah dorongan agar kepemimpinan PBNU ke depan berasal dari kalangan alumni PMII.

Ia menilai ada keinginan kuat agar PBNU dipimpin figur yang memiliki kedekatan historis dengan PMII, bukan tokoh dari organisasi lain.

“Sepertinya Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid memiliki kepentingan yang sama agar Ketua Umum PBNU setidaknya berasal dari kalangan alumni PMII,” jelas Adi Prayitno mengakhiri analisisnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung