Berita, CEK FAKTA

Cek Fakta: Narasi Prabowo Respons Demo Mahasiswa 12 Juni Soal MBG Ternyata Menggunakan Potongan Video Lawas Tahun 2025

Repelita.id

28 June 2026 18:06 WIB

Cek Fakta: Narasi Prabowo Respons Demo Mahasiswa 12 Juni Soal MBG Ternyata Menggunakan Potongan Video Lawas Tahun 2025
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Beredar luas sebuah narasi di platform media sosial X yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto bersama pimpinan partai politik telah menanggapi tuntutan mahasiswa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Unggahan melalui akunhttps://x.com/Muslim_AntiPKI9/status/2065705500432646610?s=20tersebut menampilkan video berdurasi dua menit sebagai bukti atas klaim tersebut.

ADVERTISEMENT

Narasi yang menyertai video tersebut menuding pemerintah sengaja tidak membahas tuntutan penghapusan proyek MBG yang menyebabkan massa aksi pelajar pada 12 Juni 2026.

"Pidato panjang lebar menyikapi aksi demo mahasiswa kemarin (12. juni .2026) tanpa bicara soal MBG yang merupakan salah satu tuntutan mahasiswa agar proyek MBG dihentikan, karena unfaedah & hanya buang² uang rakyat," tulis pemilik akun tersebut.

Menanganggapi hal tersebut, fakta di lapangan menunjukkan bahwa aksi mahasiswa di Bundaran HI memang menyuarakan lima poin tuntutan, termasuk desakan janji program MBG.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menegaskan alasan memilih lokasi tersebut karena menilai DPR tidak lagi efektif menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

“Pada kenyataannya, saat ini eksekutif dan legislatif tidak ada bedanya. Mereka sudah menjadi satu kesatuan dan sepakat untuk menyengsarakan rakyat,” ujar Yatalathof saat aksi berlangsung.

Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat luas mengenai kondisi negara yang dinilai sedang dalam situasi memprihatinkan.

"Pemerintah sudah bobrok dengan membuat program-program pemborosan, tapi mereka (DPR) tidak menjalankan fungsi pengawasannya. Kami mending demo di Bundaran HI dan menyadarkan rakyat banyak bahwa kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja," kata dia.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa video yang digunakan dalam narasi tersebut bukanlah tanggapan resmi pemerintah atas aksi demonstrasi tanggal 12 Juni 2026.

Rekaman tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi respons pemerintah terkait gelombang aksi "17+8 Tuntutan Rakyat" yang terjadi pada Agustus 2025 silam.

Dengan demikian, klaim yang menyatakan bahwa Presiden dan partai elit menanggapi tuntutan mahasiswa dalam aksi 12 Juni melalui video tersebut adalah informasi yang tidak benar. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung