Berita, Timur Tengah

CENTCOM Umumkan Blokade Total Pelabuhan Iran, Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Teheran: Jika Anda Bertarung, Kami Akan Bertarung

Repelita.id

13 April 2026 17:43 WIB

CENTCOM Umumkan Blokade Total Pelabuhan Iran, Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Teheran: Jika Anda Bertarung, Kami Akan Bertarung
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya blokade terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada Senin waktu setempat, langkah yang langsung mengubah peta ketegangan kawasan pasca perundingan panjang antara AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Blokade diberlakukan terhadap semua kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran baik di Teluk Arab maupun Teluk Oman.

ADVERTISEMENT

Namun berbeda dari ancaman sebelumnya, jalur Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup karena kapal yang tidak terkait dengan pelabuhan Iran masih diizinkan melintas.

Kompromi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi eskalasi, ruang kehati-hatian tetap disisakan oleh pihak militer Amerika Serikat.

Laporan intelijen maritim menyebut lalu lintas kapal menurun drastis dari ratusan kapal per hari sebelum konflik kini hanya puluhan yang berani melintasi jalur tersebut.

Di pasar global, reaksi tidak kalah cepat karena harga minyak melonjak tajam menembus angka di atas 100 dolar AS per barel.

Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam bahwa jika jalur energi dunia terganggu maka efeknya akan menjalar hingga ke dapur rumah tangga di berbagai negara.

Di Teheran, para pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa negara mereka tidak akan tinggal diam menghadapi blokade tersebut.

“Jika Anda bertarung, kami akan bertarung,” tegas Ketua Parlemen Iran dalam sebuah pernyataan yang menggema sebagai peringatan terbuka kepada Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump tetap bertahan pada retorikanya dengan menyebut langkah ini sebagai bagian dari tekanan maksimal.

Ia bahkan kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika tuntutan nuklir tidak dipenuhi oleh Teheran.

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir adalah garis merah yang tak bisa ditawar oleh pihak manapun.

Selat Hormuz yang merupakan jalur sempit dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global kini kembali menjadi titik rawan yang menentukan arah ekonomi dunia.

Perang belum tentu diumumkan secara resmi tetapi ketika kapal mulai berhenti, harga energi melonjak, dan ancaman saling dilempar maka dunia tahu bahwa krisis telah bergerak ke fase yang lebih nyata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung