Berita, Nasional

Dedy Nur Palakka Sebut Kolaborasi Gibran Jokowi Dan PSI Bikin Elit Mumet, Sudah Matang dan Siap Tantang Siapa Pun

Repelita.id

27 September 2026 22:59 WIB

Dedy Nur Palakka Sebut Kolaborasi Gibran Jokowi Dan PSI Bikin Elit Mumet, Sudah Matang dan Siap Tantang Siapa Pun
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia Dedy Nur Palakka mengungkapkan adanya kekhawatiran pihak tertentu terhadap kiprah politik Gibran Rakabuming Raka.

Kekhawatiran tersebut dinilai semakin terlihat jelas dalam menghadapi konstelasi serta dinamika politik menuju tahun 2029 mendatang.

ADVERTISEMENT

Dedy mengaitkan pandangan itu dengan proses gugatan syarat pendidikan wakil presiden yang saat ini sedang diperiksa Mahkamah Konstitusi.

Perkara hukum tersebut tercatat telah resmi diregistrasi lembaga peradilan dengan nomor registrasi 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.

Menurut Dedy, langkah hukum tersebut menyiratkan ketakutan tersembunyi terhadap potensi besar Gibran pada kontestasi pemilihan presiden berikutnya.

Politikus tersebut bahkan menyoroti tafsir berbeda yang mendadak digaungkan oleh Denny Indrayana terkait program pemerintah.

Makanya kemarin @dennyindrayana langsung cepat-cepat ganti narasi MBG yang artinya bukan Makan Bergizi Gratis tapi "Masalahnya Bukan Gibran", ucapnya.

Interpretasi semacam itu dinilai berada di luar substansi agenda persidangan resmi yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi.

Dedy kemudian membandingkan kematangan figur Gibran pada pemilihan umum lalu dengan proyeksinya menghadapi persaingan politik tahun 2029.

Tokoh muda tersebut diyakini akan memiliki bekal pengalaman politik yang jauh lebih panjang serta matang.

Memang secara tidak sengaja, mereka menyimpan ketakutan serius pada Gibran yang ditahun 2029 bukan Gibran yang ditahun 2024, ucapnya.

Gibran versi 2029 adalah Gibran yang sudah matang, Gibran yang sudah melewati proses panjang dan ia jelas akan siap menantang siapa, ujarnya.

Potensi kekuatan politik tersebut juga semakin diperkuat dengan bergabungnya mantan Presiden ketujuh Republik Indonesia ke dalam partai.

Tokoh nasional tersebut sebelumnya telah mendeklarasikan diri sebagai anggota resmi sejak tanggal 14 Oktober tahun 2025 lalu.

Ketakutan semacam ini bertambah serius ketika mantan Presiden ke 7 Republik Indonesia yang itu sekaligus mentor politik Gibran sudah terang-terangan berdiri bersama PSI, sebuah kendaraan politik canggih yang memang sengaja disingkirkan dalam dua periode pemilu, ujarnya.

Kalau dia kekuatan ini berkolaborasi, maka hasilnya bisa bikin mumet banyak orang (elite), ungkap Dedy.

Kekuatan kolaborasi politik itu diyakini berakar kuat karena selalu mengandalkan kedekatan emosional langsung bersama rakyat Indonesia.

Belum lagi orang-orang itu paham betul bahwa kekuatan politik Gibran plus Jokowi plus PSI ada ditangan Rakyat Indonesia, karena mereka itu memang terkenal suka berjalan bersama rakyat. Jadi, mampuslah mereka kalau agenda di MK gagal total, ujarnya.

Gibran dinilai sebagai figur pemimpin muda yang sudah memiliki mental tangguh untuk bertarung di kancah nasional.

Karena tokoh politik bernama Gibran Rakabuming Raka ini sudah siap bertanding dengan siapapun, tegas politikus muda tersebut.

Dedy lantas mengenang kembali retorika penuh keyakinan yang pernah dilontarkan Gibran ketika mendampingi Prabowo Subianto berkampanye.

Ingat, kalau dulu Gibran pernah berteriak di atas panggung "Ngga usah Khawatir Bpk Prabowo, saya sudah ada disini" sekarang mungkin narasinya agak beda dikit "ngga usah khawatir rakyat Indonesia, saya sudah ada disini".

Dinamika perpolitikan nasional ke depan diprediksi akan semakin berwarna dengan hadirnya para aktor muda yang progresif.

Buat saya, politik Indonesia akan semakin asik kedepannya karena sudah diisi sama anak-anak muda yang ngga baperan, ia memilih membuktikan diri dari pada bertengkar seperti anak TK lagi rebutan permen politik. Hidup Gibran Rakabuming Raka, pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung