Repelita [Roma] - Gelombang protes diplomatik melanda pemerintah Tel Aviv setelah delapan negara sekutu barat secara serentak mengambil tindakan keras terhadap perwakilan asing negara tersebut.
Langkah tegas ini diambil oleh jajaran kementerian luar negeri dari Italia, Prancis, Kanada, Belgia, Belanda, Inggris Raya, Portugal, dan Spanyol.
ADVERTISEMENT
Seluruh pemerintahan dari negara-negara tersebut memutuskan untuk memanggil para utusan besar Tel Aviv di ibu kota masing-masing guna dimintai pertanggungjawaban resmi.
Ketegangan internasional ini dipicu oleh tindakan kontroversial yang dilakukan oleh salah satu pejabat tinggi dalam kabinet pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kedapatan menyebarkan sebuah rekaman video yang memperlihatkan tindakan represif dari aparat penegak hukum setempat.
Tayangan video digital yang diunggah oleh pejabat tersebut memperlihatkan bagaimana para aktivis kemanusiaan Armada Gaza mengalami intimidasi serius.
Dalam cuplikan video yang beredar luas, terlihat jelas para sukarelawan internasional tersebut dipermalukan dan mendapatkan perlakuan yang sangat buruk oleh kepolisian Israel.
Insiden pemanggilan massal para diplomat sekutu ini dilaporkan secara luas di media sosial melalui akun resmi @SoftWarNews pada tanggal 21 Mei 2026.
Hingga saat ini, perwakilan dari delapan negara tersebut masih terus mendesak pihak Tel Aviv untuk segera memberikan klarifikasi menyeluruh atas insiden tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
—❗️🇮🇱/🇮🇹/🇫🇷/🇧🇪/🇨🇦/🇳🇱/🇬🇧/🇵🇹/🇪🇸 BARU: Italia, Prancis, Kanada, Belgia, Belanda, Inggris Raya, Portugal, dan Spanyol semuanya telah memanggil duta besar Israel di negara mereka dan menuntut klarifikasi.
— SW News - SOFT WAR NEWS (@SoftWarNews) May 20, 2026
Hal ini terjadi setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir,…