Repelita Jakarta - Aksi unjuk rasa yang digelar Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) di depan Gerbang Pancasila Gedung DPR RI berakhir ricuh saat massa mendesak DPR segera membentuk Panitia Khusus Agrinas Gate untuk mengusut dugaan korupsi impor 105 ribu mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Kericuhan bermula saat massa hendak membakar ban sebagai bentuk protes namun dihalangi aparat kepolisian sehingga terjadi aksi saling dorong dan adu mulut.
ADVERTISEMENT
Massa kemudian mengalihkan aksi dengan membakar spanduk yang memuat wajah sejumlah pejabat termasuk Direktur Utama PT Agrinas dan Menteri Koperasi.
Humas KAPAK Adib Alwi menegaskan bahwa rencana pengadaan ribuan unit kendaraan untuk operasional Koperasi Merah Putih tersebut diduga kuat mengandung unsur korupsi, kolusi, dan distorsi kebijakan industri nasional.
"Kami dari Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi menuntut, segera bentuk Pansus Agrinas Gate dan segera memanggil Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara," tegas Adib Alwi di lokasi aksi.
Adib mempertanyakan alasan pemerintah melakukan impor skala masif daripada memberdayakan industri otomotif dalam negeri.
Menurutnya, narasi koperasi yang diusung dalam proyek ini seolah hanya menjadi tameng moral untuk menutupi kepentingan tertentu.
"Koperasi Merah Putih digambarkan sebagai tulang punggung distribusi pangan nasional. Namun, pertanyaan mendasar belum pernah dijawab dengan jernih, mengapa harus impor? Mengapa bukan produksi dalam negeri?," lanjutnya.
Selain desakan kepada DPR, KAPAK juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk turun tangan melakukan audit investigatif.
Adib mencurigai skema pembiayaan proyek ini berpotensi menjadi ladang bancakan baru yang merugikan keuangan negara.
"BPK tidak boleh hanya menjadi pencatat angka. Lakukan audit investigatif, bongkar seluruh rantai keputusan, telusuri aliran dana, dan ungkap siapa saja yang bermain di balik proyek ini," pungkas Adib.
Hingga berita ini diturunkan, massa meminta KPK segera memanggil Direktur Utama PT Agrinas untuk menjelaskan proses pengadaan tersebut secara transparan agar tidak ada lagi keraguan di tengah publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok