Repelita New York City - Seorang demonstran terlihat ditangkap oleh aparat kepolisian ketika mengikuti aksi unjuk rasa dan duduk bersama massa lainnya di kawasan Third Avenue, Manhattan, pada Senin, 13 April 2026.
Aksi demonstrasi yang melibatkan ratusan orang itu berkumpul di depan kantor Senator Chuck Schumer sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Massa aksi dengan lantang menyuarakan penolakan terhadap perang yang melibatkan Iran serta kebijakan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai atau ICE yang dinilai terlalu keras.
Selain itu, para demonstran juga menyatakan dukungan penuh mereka kepada rakyat Palestina yang tengah menghadapi tekanan militer di jalur Gaza.
Dalam aksinya, para pendemo melakukan aksi duduk di tengah jalan sehingga berhasil memblokir arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian membubarkan paksa massa aksi dan menangkap sejumlah demonstran yang menolak untuk membubarkan diri.
Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan seruan lantang agar Amerika Serikat segera menghentikan semua bentuk bantuan militer kepada Israel.
Para demonstran menuntut para pejabat pemerintah untuk menghentikan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang semakin meluas.
Mereka juga menyoroti keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik yang melibatkan Iran dan Lebanon sebagai bagian dari kebijakan luar negeri yang keliru.
Juru bicara kepolisian New York belum merilis jumlah pasti demonstran yang diamankan selama aksi bubar paksa berlangsung pada sore hari tersebut.
Namun dari pantauan fotografer AFP, Charly Triballeau, terlihat setidaknya belasan orang digelandang ke dalam mobil polisi dengan tangan terborgol.
Aksi serupa dilaporkan juga terjadi di beberapa kota besar Amerika lainnya sebagai bentuk solidaritas terhadap tuntutan yang sama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok