Repelita [Jakarta] - Pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, memberikan pandangan kritis mengenai klasifikasi sistem pemerintahan dan tipologi kepemimpinan nasional yang terjadi dalam dinamika politik kontemporer.
Melalui sebuah tulisan digital yang diunggah di media sosial X lewat akun pribadinya @dennyindrayana pada tanggal 21 Mei 2026, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini membagi lembaga kepresidenan menjadi beberapa kategori berbeda.
ADVERTISEMENT
Dalam mengawali ulasan teoritis mengenai struktur ketatanegaraan tersebut, beliau menyatakan bahwa ada tiga jenis Lembaga Kepresidenan, yaitu:
Kategori pertama yang dijabarkan oleh sang akademisi merujuk pada tata kelola pemerintahan ideal dengan keseimbangan kekuasaan yang sehat antara pihak eksekutif dan legislatif di parlemen.
Mengenai model kepemimpinan jenis pertama ini, ia menjelaskan secara mendetail bahwa 1. Effective Presidential (Presidensial), yaitu Presiden yang didukung oleh relasi dengan parlemen yang konstruktif. Kontrol diberi ruang dan berjalan efektif. Koalisi partai pendukung presiden Pas Terbatas (minimal-winning coalition).
Selanjutnya, klasifikasi kedua menggambarkan situasi pelik di mana seorang kepala negara harus menghadapi hambatan besar dari mayoritas kekuatan politik di Dewan Perwakilan Rakyat.
Terkait fenomena hambatan politik yang melemahkan posisi eksekutif tersebut, ia memaparkan bahwa 2. Minority Presidential (Presiden Sial), yaitu presiden yang berhadapan dengan relasi parlemen yang destruktif. Koalisi pendukung presiden terlalu kurus (undersized coalition). Presiden menjadi sial, rentan dimakzulkan.
Sementara itu pada poin terakhir, dibahas mengenai bahaya pemusatan kekuatan yang terlalu dominan akibat peleburan kepentingan politik secara masif antara pemerintah dan lembaga legislatif.
Ia menjabarkan dampak buruk dari gemuknya aliansi politik tanpa oposisi tersebut dengan menuliskan bahwa 3. Majority Presidential (Presiden Sialan), yaitu presiden yang relasinya kolutif-koruptif dengan parlemen. Nyaris tanpa kontrol. Koalisi partainya terlalu gemuk (oversized coalition). Presiden menjadi semau-maunya membuat kebijakan publik, sehingga menjelma menjadi presiden yang - maaf - sialan.
Pada bagian akhir tulisan yang beredar luas di jejaring sosial tersebut, ia melemparkan pertanyaan reflektif kepada publik untuk menilai potret kondisi kepemimpinan nasional saat ini.
Ia mengajak masyarakat luas untuk ikut memberikan analisis mandiri mengenai realita politik dalam negeri dengan mengajukan pertanyaan Menurut anda, presiden jenis manakah yang sedang dialami Indonesia?
Pertanyaan terbuka tersebut sengaja dilemparkan guna memicu diskusi publik yang sehat mengenai arah dan kualitas sistem ketatanegaraan yang tengah berjalan di tanah air.
Sebagai penutup dari pesan digital yang diunggahnya tersebut, ia mengundang para pengguna internet untuk berpartisipasi serta menutupnya dengan semboyan Tuliskan pendapat anda di kolom komentar. Salam Integritas!(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻𝘀𝗶𝗮𝗹, 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗦𝗶𝗮𝗹, 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗦𝗶𝗮𝗹𝗮𝗻
— Denny Indrayana (@dennyindrayana) May 21, 2026
Ada tiga jenis Lembaga Kepresidenan, yaitu:
1. Effective Presidential (Presidensial), yaitu Presiden yang didukung oleh relasi dengan parlemen yang konstruktif. Kontrol diberi ruang dan…