Repelita [Jakarta] - Pakar hukum tata negara Denny Indrayana kembali melayangkan surat terbuka yang ditujukan secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Surat terbuka yang telah memasuki edisi keenam tersebut menyoroti berbagai potensi krisis politik serta arah jalannya pemerintahan saat ini.
ADVERTISEMENT
Denny mengingatkan bahwa ancaman kejatuhan kekuasaan tidak selalu berasal dari lawan politik terbuka, melainkan dari lingkaran terdekat.
"Pengkhianat bukan lawan yang terang menyerang, melainkan kawan di garis belakang yang pandai menikam dalam diam," tulis Denny melalui akun X @dennyindrayana pada Rabu (29/7/2026).
Potensi keruntuhan sebuah rezim dapat dipicu oleh faktor tekanan ekonomi berat, skandal publik, hingga masalah internal yang pelik.
Meski koalisi partai pendukung menguasai mayoritas parlemen, potensi gejolak sosial akibat krisis tetap harus diwaspadai sejak dini.
Bagian paling krusial dalam surat tersebut menyinggung kekhawatiran mendalam apabila terjadi pergantian kepemimpinan nasional di tengah jalan.
Sesuai ketentuan undang-undang dasar, posisi kepala negara secara otomatis akan dilanjutkan oleh wakil presiden jika terjadi kekosongan jabatan.
Denny secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap skenario naiknya Gibran Rakabuming Raka sebagai pengganti pucuk pimpinan tertinggi.
"Saya tidak rela Indonesia dipimpin oleh sosok yang tidak layak, tidak kompeten, dan tidak sedikit pun punya wibawa memimpin bangsa sebesar Indonesia," imbuhnya.
Ia menilai proses politik yang membawa figur tersebut menduduki kursi nomor dua di tanah air sebagai sebuah kekeliruan besar.
Mekanisme suksesi darurat apabila terjadi kekosongan kepemimpinan ganda telah diatur secara normatif melalui pelaksana tugas menteri tripel.
Kendati demikian, pengamat hukum tersebut menegaskan bahwa peringatan ini disampaikan semata-mata demi keselamatan perjalanan bangsa ke depan.
"Jika Prabowo tumbang, Indonesia dipimpin Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam pandangan saya, itu bukan sekadar salah arah. Itu petaka!," pungkasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok