Berita, Internasional

Denny Siregar Sentil Trump: Narasi Perang Agama untuk Serang Iran Tak Laku, Perut Lapar Lebih Nyata daripada Retorika

Repelita.id

29 March 2026 15:33 WIB

Denny Siregar Sentil Trump: Narasi Perang Agama untuk Serang Iran Tak Laku, Perut Lapar Lebih Nyata daripada Retorika
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial sekaligus produser film Denny Siregar menyampaikan analisis tajam mengenai ketegangan yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya Presiden Donald Trump saat ini terjebak dalam strategi lama yang sudah tidak efektif lagi menghadapi negara dengan ketahanan sekuat Iran.

ADVERTISEMENT

Denny Siregar menyoroti kemiripan gaya politik Trump dengan beberapa pejabat di Indonesia meski dalam skala yang jauh lebih ekstrem.

Ia menilai ketika Trump menghadapi tekanan skandal seperti dokumen Epstein ia langsung menggunakan narasi agama untuk menggalang dukungan dari kelompok konservatif.

Narasi perang agama dinaikkan untuk menyerang Iran. Tapi warga Amerika tidak bodoh. Ketika harga bensin melonjak dan bahan pangan naik, narasi agama jadi nggak laku. Perut lapar itu lebih nyata daripada retorika.

Denny Siregar memprediksi Amerika Serikat akan segera mengalami perpecahan opini publik.

Demonstrasi besar-besaran menentang perang kemungkinan akan dihadapi dengan aksi tandingan dari pendukung fanatik Trump sehingga menciptakan situasi perang saudara dalam opini yang justru menguntungkan Iran.

Denny Siregar menekankan kesalahan fatal Trump yang menyamakan Iran dengan Irak atau Venezuela.

Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat berhasil menguasai negara-negara tersebut karena sistem pemerintahannya lemah dan sangat bergantung pada satu sosok pemimpin.

Negara-negara itu, termasuk Indonesia, sangat bergantung pada sosok Presidennya. Begitu Presidennya dihantam, hancur seluruh pertahanannya.

Denny Siregar menambahkan bahwa sejak revolusi 1979 Iran telah mempersiapkan mental rakyatnya untuk menghadapi konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selama puluhan tahun anak-anak di Iran didoktrin bahwa melawan Amerika dan Israel yang mereka sebut sebagai setan merupakan kebanggaan dan kehormatan tertinggi.

Jadi yang mereka lawan itu setan, menurut keyakinan mereka. Bayangkan semangat orang yang merasa sedang berjihad melawan setan.

Menurut analisis Denny Siregar semakin lama konflik ini berlarut semakin besar peluang bagi Trump untuk mengalami kegagalan.

Iran memiliki sistem yang tidak bergantung pada satu individu saja dan rakyatnya memiliki semangat perlawanan yang tinggi sehingga sulit untuk dikalahkan dengan cara-cara lama.

Gak mudah kan mengakuisisi Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung