Berita, Nasional

Desak Hentikan Budaya Kekerasan Senior, TB Hasanuddin Minta Pimpinan TNI Evaluasi Total Pembinaan Prajurit

Repelita.id

12 September 2026 22:28 WIB

Desak Hentikan Budaya Kekerasan Senior, TB Hasanuddin Minta Pimpinan TNI Evaluasi Total Pembinaan Prajurit
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, TB Hasanuddin, secara tegas mendesak agar segala macam bentuk kekerasan yang dilandasi budaya senioritas di lingkungan institusi militer harus segera dienyahkan.

Pernyataan keras tersebut disampaikan politisi senior yang kerap disapa Kang TB sebagai respon atas tragedi kematian prajurit muda TNI Angkatan Udara, Serda Ahmad Muzammil Farisa, yang diduga tewas akibat dianiaya seniornya pada hari Kamis tanggal 10 September tahun 2026.

ADVERTISEMENT

Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan, ujar mantan Sekretaris Militer Presiden tersebut melalui siaran pers resminya pada hari Sabtu tanggal 12 September tahun 2026.

Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat berpangkat Mayor Jenderal itu menekankan pentingnya membangun relasi kerja yang sehat, setara, serta dilandasi sikap saling menghargai antaranggota prajurit di lapangan.

Menurut pandangan tokoh militer tersebut, atmosfer kedinasan yang dipenuhi tekanan psikologis serta ketegangan berlebih justru berpotensi memicu tindak kekerasan fatal yang merenggut nyawa prajurit.

Itu di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian, tutur beliau mempertegas analisanya.

Guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali, Kang TB secara khusus menginstruksikan para komandan satuan di berbagai tingkatan struktur militer untuk lebih peka terhadap kondisi mental anak buah mereka.

Setiap unsur pimpinan lapangan, mulai dari komandan tingkat peleton hingga kompi, diminta untuk aktif mengawasi serta memahami dinamika kehidupan harian para prajurit di bawah komando mereka.

Hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan saling menghargai, tambah legislator tersebut menjelaskan pentingnya komunikasi dua arah.

Menanggapi insiden berdarah yang terjadi di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pihak markas besar angkatan udara sebelumnya telah mengeluarkan jaminan penegakan hukum.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, memastikan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk membongkar tuntas akar permasalahan yang merenggut nyawa prajurit muda tersebut.

TNI Angkatan Udara berkomitmen mengusut tuntas dugaan pembinaan berlebihan yang menyebabkan Serda AMF meninggal, ucap perwira tinggi bintang satu itu saat memberikan keterangan resmi kepada para awak media pada hari Sabtu ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung