Berita, Nasional

Desakan Pemakzulan Gibran Menguat, Hak Angket DPR Disorot: “Gibran Tamat, Jokowi Kiamat, Indonesia Selamat”

Repelita.id

19 October 2026 00:41 WIB

Desakan Pemakzulan Gibran Menguat, Hak Angket DPR Disorot: “Gibran Tamat, Jokowi Kiamat, Indonesia Selamat”
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang desakan politik dari masyarakat luas yang menuntut pemakzulan terhadap posisi Wakil Presiden Republik Indonesia dilaporkan terus mengalir deras menuju gedung parlemen.

ADVERTISEMENT

Tuntutan tersebut kian mencuat setelah adanya tindak lanjut dari Mahkamah Konstitusi yang melemparkan keputusan penanganan keabsahan dokumen formal ke ranah legislatif.

Aspirasi mengenai opsi langkah penegakan konstitusi ini disampaikan oleh seorang pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, dalam tulisan opininya pada tanggal 15 Oktober 2026.

Melalui ulasan tertulisnya, ia menjelaskan bahwa besarnya arus aspirasi yang datang dari rakyat membuat Dewan Perwakilan Rakyat tidak mungkin tinggal diam.

Situasi politik di dalam ruangan legislatif diprediksi akan semakin memanas seiring dengan masuknya berbagai tuntutan pemakzulan akibat polemik ijazah tersebut.

Otoritas legislatif dipandang rasional apabila mengambil keputusan untuk menggunakan hak angket guna menjaga wibawa institusi perwakilan rakyat.

Melalui mekanisme panitia khusus dalam hak angket tersebut, DPR dapat memeriksa secara mandiri keabsahan seluruh berkas pendaftaran milik sang wakil presiden.

Langkah penyelidikan internal parlemen ini dinilai berpotensi kuat memicu efek domino yang mencemaskan bagi lingkaran terdekat mantan kepala negara.

Ia memberikan pandangan logis bahwa bergulirnya proses penyelidikan tersebut akan berujung pada terbukanya pintu pemeriksaan hukum formal oleh aparat penegak hukum.

Oleh sebab itu, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto didesak untuk bersikap ksatria dan serius di dalam mendengarkan kekuatan suara rakyat.

Langkah tegas untuk membersihkan sisa pengaruh oligarki masa lalu dipandang sebagai instrumen krusial demi memulihkan kembali kedaulatan moral dan hukum negara.

Ujian terdekat bagi kabinet baru saat ini adalah keseriusan di dalam menindaklanjuti tuntutan pemakzulan serta menegakkan supremasi hukum secara adil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung