Berita, Nasional

Dicecar Komisi XIII DPR RI Kaur Umum Lapas Cibinong Mengaku Tak Tahu Sumber Anggaran 13 Rumah Dinas Mewah

Repelita.id

29 September 2026 18:42 WIB

Dicecar Komisi XIII DPR RI Kaur Umum Lapas Cibinong Mengaku Tak Tahu Sumber Anggaran 13 Rumah Dinas Mewah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keberadaan sebanyak 13 unit bangunan rumah dinas yang berdiri di area Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong akhirnya diungkap secara gamblang oleh Kepala Urusan Umum institusi tersebut yang bernama Deni Sugiarto.

Penjelasan mendalam mengenai asal-usul bangunan di area tahanan itu disampaikan secara langsung dalam forum rapat koordinasi resmi bersama jajaran Komisi XIII DPR RI pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam forum tersebut Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya membuka pertanyaan awal mengenai penanggalan pasti berdirinya belasan aset hunian tersebut serta pihak yang bertanggung jawab atas proses pembangunannya.

Willy Aditya melayangkan pertanyaan kepada jajaran lapas dengan kalimat Sejak kapan yang 13 rumah ini berdiri dan siapa yang bangun? Silakan.

Deni Sugiarto kemudian langsung merespons pertanyaan dari pimpinan sidang tersebut dengan memberikan jawaban resmi yang berbunyi Siap, izin, untuk yang 13 rumah itu sebenarnya berdiri dari tahun 2023, bapak.

Dirinya melanjutkan kembali kalimat konfirmasinya di hadapan para anggota dewan dengan menyatakan Izin, bukan 2021, mohon izin. Itu Januari, bapak, izin.

Mendengar pemaparan tersebut Willy Aditya kembali mempertegas mengenai ketepatan waktu awal dimulainya pengerjaan konstruksi fisik bangunan yang kemudian dibenarkan oleh Deni Sugiarto bahwa seluruh pengerjaan selesai pada bulan April 2023.

Ketua Komisi XIII kembali melontarkan pertanyaan singkat untuk memastikan keabsahan data lini masa konstruksi dengan ucapan Selesai atau dibangunnya.

Petugas urusan umum lapas itu pun langsung memberikan konfirmasi jawaban akhir secara lugas atas pertanyaan pimpinan sidang tersebut dengan menegaskan Selesainya April 2023, bapak.

Willy Aditya selanjutnya mencecar mengenai status legalitas perizinan atau status pinjam pakai operasional aset mengingat dokumen tertulis dari otoritas terkait dikabarkan baru terbit pada tahun 2026 ini.

Merespons hal itu Deni Sugiarto menjabarkan bahwa sebelum pengerjaan proyek berjalan sempat ada agenda kunjungan kerja dari Bupati Bogor ke lingkungan Lapas Cibinong yang menghasilkan persetujuan awal.

Ia memberikan penjelasan logis mengenai kronologi pemberian izin tersebut dengan menerangkan Nah, secara sementara waktu itu secara lisan terlebih dahulu untuk mengizinkan inisiatif Kalapas untuk mohon izin membuat rumah dinas pegawai, Bapak.

Petugas administrasi tersebut meneruskan penjelasannya dengan berkata Nah, sambil beriringnya waktu, diizinkan untuk kami membangun sedangkan suratnya akan diproses, bapak.

Berlandaskan pada kesepakatan informal tersebut Kepala Lapas Cibinong yang menjabat pada masa itu langsung mengeksekusi pembangunan fisik belasan unit rumah dinas pegawai sejak awal tahun 2023 hingga rampung tiga bulan kemudian.

Ia menambahkan keterangan operasional terkait pemanfaatan rumah tersebut dengan menerangkan Dan langsung diisi oleh pegawai, bapak. Langsung dibuatkan SK tertulis dari SK-nya tanda tangan Kalapas, bapak.

Lebih lanjut Willy Aditya juga mempertanyakan akuntabilitas sumber dana yang digunakan untuk mendanai seluruh pembiayaan konstruksi 13 unit hunian dinas tersebut karena dinilai krusial.

Ketua sidang melayangkan pertanyaan tegas mengenai anggaran pembiayaan fasilitasi bangunan itu dengan kalimat Yang kedua, itu anggarannya dari mana proses pembangunannya?.

Mendapatkan cecaran pertanyaan tersebut Deni Sugiarto secara jujur mengaku sama sekali tidak mengetahui asal-usul sumber dana karena posisinya saat itu baru saja diangkat dan tidak dilibatkan oleh pimpinan.

Deni Sugiarto memberikan jawaban pembelaan diri di hadapan para anggota legislatif dengan menyatakan Mohon izin, bapak. Ketika itu saya baru jadi Kepala Urusan Umum, dan jujur, bapak, untuk pembangunan itu saya sebagai Kaur Umum tidak sama sekali dilibatkan, bapak.

Ia menyudahi kesaksiannya terkait ketidaktahuan sumber anggaran proyek misterius tersebut dengan mengucapkan Dan saya jujur, saya tidak tahu-menahu dari mana dan apa dan gimana, bapak. Mohon maaf, izin.

Persoalan ini mencuat setelah pihak Ombudsman menemukan belasan ruangan terpisah yang dilengkapi fasilitas mewah menyerupai standar apartemen di area belakang Lapas Kelas IIA Cibinong Kabupaten Bogor.

Temuan mengejutkan tersebut diperoleh secara langsung oleh tim pengawas pelayanan publik saat menggelar inspeksi mendadak pada hari Rabu tanggal 23 September 2026 di kawasan yang terisolasi dari blok hunian biasa.

Sejumlah fasilitas rumah tangga modern yang ditemukan di dalam bangunan tersebut meliputi ketersediaan ruang tamu khusus, area kamar tidur, fasilitas dapur, unit televisi, mesin kulkas, hingga set lengkap alat memasak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung