Berita, Viral Sosmed

Dilantik Jadi Anggota Wantimpres Prabowo, Rocky Gerung Tegaskan Pandangan Politiknya Tetap Radikal

Repelita.id

02 October 2026 17:54 WIB

Dilantik Jadi Anggota Wantimpres Prabowo, Rocky Gerung Tegaskan Pandangan Politiknya Tetap Radikal
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika internal lembaga kepresidenan menjadi pusat perhatian masyarakat luas pasca-pelaksanaan prosesi pengangkatan jajaran penasihat strategis yang baru di lingkungan istana.

Presiden Prabowo Subianto resmi memanggil figur pengamat politik senior, Rocky Gerung, untuk masuk ke dalam struktur Dewan Pertimbangan Presiden pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Keputusan akomodatif ini langsung memicu reaksi berantai berupa cecaran pertanyaan kritis dari kalangan jurnalis mengenai potensi pergeseran independensi pandangan politiknya.

Informasi seputar ketegasan sikap sang akademisi di hadapan awak media tersebut sebelumnya disebarluaskan di media sosial melalui unggahan akun @sumbarterkini_id.

Dalam kiriman digital yang dipublikasikan pada tanggal 2 Oktober 2026 tersebut, dipaparkan argumen sang tokoh yang menolak tudingan miring mengenai perubahan integritas personalnya.

Di hadapan para jurnalis, Rocky Gerung menegaskan, "Saya cuman pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap radikal."

Kendati telah memberikan klarifikasi secara langsung, keputusan politik sang akademisi tetap memicu gelombang kritik tajam dari para pengguna platform siber.

Sebuah reaksi kekecewaan yang mendalam dilayangkan oleh salah satu warganet yang menilai keputusan masuk kabinet itu sebagai bentuk kepasrahan terhadap kekuasaan.

Sentimen negatif mengenai perubahan posisi dari kritikus menjadi bagian dari birokrasi diutarakan secara terbuka oleh akun @zee_seed.

Melalui pesan tertulis di kolom komentar, akun @zee_seed menuliskan, "Dah jelas kan terjawab kan dia sekarang penjilat kekuasaan kata akademisi yg sudah terpapar."

Tanggapan satire dan sindiran lain juga bermunculan seiring berkumpulnya para tokoh yang dahulu memiliki garis pemikiran berseberangan di dalam satu wadah instansi pemerintahan.

Warganet menyoroti kehadiran beberapa figur promotor politik lain yang kini sama-sama menduduki kursi dewan penasihat kepala negara tersebut.

Opini bernada sindiran atas transformasi pemikiran dari sang tokoh idealis dipublikasikan di kolom diskusi oleh akun @widodo8220.

Dalam kiriman daringnya di ruang siber itu, akun @widodo8220 menyatakan, "Ha ha ha ...bersama Qodari ya . Dulu akal sehat sekarang jadi sakit."

Kritik yang jauh lebih komprehensif dan tajam turut dialamatkan oleh netizen yang menguliti konsistensi narasi intelektual yang selama ini digaungkan sang tokoh di ruang publik.

Pergeseran peran dari oposisi yang vokal menjadi pembela kebijakan program strategis pemerintah dinilai sebagai sebuah langkah kalkulasi yang sangat pragmatis.

Ulasan mendalam mengenai pudingnya batas antara pemikir independen dengan lingkaran dalam istana dilayangkan oleh akun @heri_purnawinata.

Melalui paragraf tanggapannya, akun @heri_purnawinata menegaskan, "Kemarin jualan 'akal sehat vs kedunguan', sekarang sibuk bikin pembenaran logis buat program penguasa. Ternyata batas antara disiden sejati sama calon orang dalam itu tipis banget—cuma sebatas draf SK Wantimpres and undangan pelantikan. Jangan lagi sebut ini kritik konstitusional, ini murni kalkulasi pragmatis yang dibungkus bahasa filsafat biar kelihatan intelek. Tragis."

Gelombang pro dan kontra dari masyarakat siber ini diprediksi masih akan terus mengiringi kiprah sang akademisi dalam memberikan masukan bagi jalannya roda pemerintahan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung