Berita, Nasional

Din Syamsuddin Wacanakan Laporkan Ade Armando, Abu Janda, Grace Natalie soal Pelintiran Pidato JK

Repelita.id

29 April 2026 14:26 WIB

Din Syamsuddin Wacanakan Laporkan Ade Armando, Abu Janda, Grace Natalie soal Pelintiran Pidato JK
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama puluhan pimpinan dan tokoh ormas Islam menggelar pertemuan dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, pada Selasa malam, 28 April 2026.

Usai pertemuan tersebut, Din Syamsuddin menyampaikan wacana pelaporan terhadap tiga orang yang dinilai sebagai pihak pertama yang memelintir pernyataan JK.

ADVERTISEMENT

Ketiga orang yang dimaksud adalah Ade Armando, Permadi Arya yang lebih dikenal dengan nama Abu Janda, serta Grace Natalie.

"Kami menyampaikan pikiran bahwa mereka yang pertama kali memuat ya, pelintiran pidato Bapak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM itu sangat bersifat tendensius, provokatif, dan potensial untuk mengadu domba antarumat beragama," kata Din Syamsuddin pada Rabu (29/4/2026).

"Maka oleh karena itu, ada dari kalangan ormas-ormas Islam para advokat yang akan menuntut yang bersangkutan, karena sebenarnya bukan pertama kali, sudah berkali-kali menyebar fitnah dan mengadu domba antarumat beragama," sambungnya dalam keterangan usai pertemuan.

Din menjelaskan bahwa ketiga tokoh tersebut diduga kuat menjadi pihak yang paling pertama memelintir hingga menyebarluaskan pidato JK di UGM secara tidak utuh.

"Ya, karena mereka yang ditengarai, yang disebarluaskan, dan patut diduga bahkan diyakini, merekalah yang pertama kali memelintir pidato Pak Jusuf Kalla sekitar satu setengah jam lebih itu dengan mengambil sekitar 48 detik pada bagian yang tidak utuh," ujarnya.

Aksi pelintiran itu pada akhirnya menimbulkan adanya sekelompok orang yang melaporkan JK sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

Din Syamsuddin juga menduga ada pihak tidak dikenal di balik ketiga tokoh tersebut yang mengorkestrasi pernyataan JK agar tampak menistakan agama.

"Walaupun ada di antara kami yang menengarai ya, baik Ade Armando, Abu Janda, dan seorang lagi Grace Natalie, ada beking-bekingnya katanya, ya," tuturnya.

Mengenai waktu pelaporan, Din belum bisa memastikan kapan tepatnya rencana itu akan dieksekusi oleh para advokat.

Menurut Din, pelaporan tersebut paling lambat akan dilakukan pada awal bulan Mei mendatang karena target waktunya masih dalam proses koordinasi.

"Terserah advokat nanti. Dalam waktu dekat, mungkin di dalam bulan April ini juga, atau paling lama awal Mei nanti itu," ucapnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, menduga adanya gerakan terpola dalam penyebaran potongan video ceramah kliennya tentang mati syahid.

Abdul menyatakan hal itu dalam program Rakyat Bersuara di iNews pada Selasa, 28 April 2026, bahwa potongan video tersebut diramaikan oleh sejumlah tokoh secara bersamaan.

"Saya bilang bahwa ini ada gerakan yang terpola. Ade Armando di Cokro TV. Kemudian di YouTube ada dua orang lagi yang hostnya. Lalu bersamaan Permadi Arya. Lalu muncul juga Grace Natalie mengatakan bahwa Pak JK ini memang agak bermasalah, kayak gitu. Lalu datang Sahat Sinurat," ujar Abdul.

Menurut Abdul, Ade Armando, Permadi Arya, hingga Grace Natalie dengan sengaja memainkan sentimen negatif dalam pernyataan Jusuf Kalla perihal mati syahid pada potongan video yang beredar luas.

"Sehingga apa yang dilakukan oleh Bung Ade Armando, Permadi Arya, juga kami lihat di Facebook ada Grace Natalie dan yang mereka sengaja memainkan sentimen itu," ucap kuasa hukum Jusuf Kalla tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung