Repelita [Jakarta] - Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengecam keras pernyataan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang menyebut Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa.
Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman dalam Rapat Paripurna ke-21 DPR RI pada Selasa, 9 Juni 2026, di tengah momen pengesahan RUU Polri.
ADVERTISEMENT
Oegroseno mengungkapkan kemarahannya melalui tayangan kanal YouTube Abraham Samad pada Sabtu, 13 Juni 2026, karena merasa martabat para pendahulu kepolisian telah diturunkan.
“Saya sebagai purnawirawan Polri merasa dilecehkan,” tegas Oegroseno mengucapkan pujian berlebihan yang dilontarkan anggota parlemen tersebut.
Menurutnya, klaim bahwa Listyo Sigit adalah sosok terbaik secara implisit menafikan dedikasi dan pengabdian puluhan Kapolri yang telah menjabat sejak era Jenderal RS Sukanto.
"Kapolri ini dari masa ke masa itu dari mulai Pak Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Sukanto. Itu ada 24 atau 25 Kapolri. Berarti kan Ketua Komisi III DPR ini menyatakan bahwa Kapolri selain Pak Listyo Sigit adalah Kapolri yang tidak baik," ujarnya.
Ia secara khusus mengingatkan jejak jejak tokoh legendaris seperti Hoegeng Iman Santoso, Awaloedin Djamin, hingga Sutanto yang dikenal berani dalam anggota kejahatan.
“Pak Hoegeng luar biasa, kemudian ada Pak Awaloedin dengan kebijakannya. Ada Pak Anton, Pak Sanusi, Pak Banurusman, Pak Bimantoro, Pak Dai Bachtiar, Pak Tanto. Itu termasuk apa seperti itu?” tandasnya.
Oegroseno bermaksud membawa perkara ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI untuk mencari keadilan bagi para mantan pejabat kepolisian.
Ia juga menyoroti perilaku Habiburokhman yang dianggapnya terlalu emosional dan tidak etis dalam berpolitik, termasuk saat menyentil tokoh masyarakat lainnya di masa lalu.
“Jangan memaksakan agar orang bisa menerima undang-undang ini dengan cara memuji-muji manusia. Harusnya cukup memuji Allah saja,” imbuhnya.
Ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas kepatutan sehingga layak mendapatkan sanksi sosial berupa kartu merah dari masyarakat.
“Sudah kartu merah ini. Mantan Kapolri itu pimpinan lembaga tinggi negara. Dikatakan 25 Kapolri hanya satu yang terbaik sepanjang masa,” simpulnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok