Berita, Nasional

Disemprot Pemkab Jayapura soal keracunan massal MBG, Yayasan KISP berdalih tunggu data resmi korban

Repelita.id

08 August 2026 22:32 WIB

Disemprot Pemkab Jayapura soal keracunan massal MBG, Yayasan KISP berdalih tunggu data resmi korban
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemerintah Kabupaten Jayapura menegur keras Yayasan Kasih Iman Samuel Papua terkait dugaan kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis.

Pihak penyedia jasa makanan tersebut dinilai belum menunjukkan sikap bertanggung jawab serta kepedulian moral terhadap para penyintas.

ADVERTISEMENT

Bupati Jayapura Yunus Wonda melayangkan kritik tajam saat mendampingi pejabat pusat meninjau penanganan korban di RSUD Yowari.

Sikap tertutup pengelola yayasan sejak awal peristiwa terjadi disesalkan karena minimnya ikhtiar komunikasi dengan pihak pemerintah daerah.

"Sampai hari ini, belum ada koordinasi dengan saya selaku bupati. Apakah mereka akan bertanggung jawab atau meminta bantuan, belum ada komunikasi. Seharusnya hal itu dilakukan sejak hari pertama kejadian," tegas Yunus Wonda.

Penanganan darurat oleh aparat dan dinas terkait memang telah berjalan cepat, namun kejelasan tanggung jawab dari mitra pelaksana tetap sangat mendesak.

Di sisi lain, kuasa hukum Yayasan KISP Yansen Madurut memberikan klarifikasi atas tudingan pasif yang diarahkan kepada jajaran pengelola.

Pihak lembaga beralasan masih menantikan kejelasan data valid mengenai jumlah warga yang terdampak sebelum mengambil tindakan koordinasi.

"Kami tidak ingin mengganggu pemerintah yang sedang fokus menangani korban. Pihak yayasan bernaung langsung di bawah BGN, dan kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian serta puskesmas setempat," ujar Yansen.

Seluruh beban pembiayaan perawatan medis para korban dipastikan akan ditanggung penuh oleh jajaran pengelola organisasi.

Skema pendampingan pemulihan trauma juga disiapkan dengan melibatkan instansi kesehatan daerah demi menjaga kondisi mental masyarakat.

"Kami berhati-hati agar tidak memicu emosi warga yang masih marah. Setelah ada hasil penyidikan resmi dari kepolisian dan uji laboratorium, barulah kami mengambil langkah konkret selanjutnya," tuturnya.

Operasional porsi hidangan dari unit pelayanan wilayah Depapre sejatinya telah berlangsung secara rutin sejak beberapa bulan lalu.

Pada hari insiden tersebut, ribuan paket makanan dikirimkan untuk melayani kebutuhan anak sekolah, kelompok balita, hingga ibu hamil.

Rangkaian alur pengiriman hidangan dilakukan bertahap dari pagi hingga siang hari melalui jalur darat serta perairan ke berbagai titik tujuan.

Tim kuasa hukum mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan dugaan penyebab utama gangguan kesehatan tersebut.

"Kalimatnya kurang tepat kalau dibilang keracunan, melainkan terkontaminasi makanan sehingga ada efeknya. Kami tidak mau memperkeruh situasi dan memilih menunggu hasil uji laboratorium," kata Yansen.

Pembenahan sarana dapur penyediaan akan segera dilakukan usai mengantongi hasil evaluasi resmi dari badan pengelola nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung