Berita, Nasional

Ditanya dalam Wawancara Khusus bersama Media Prancis demokrasi RI mundur, Prabowo: Demokrasi Sistem Terbaik Tak ada yang sempurna!

Repelita.id

08 June 2026 16:15 WIB

Ditanya dalam Wawancara Khusus bersama Media Prancis demokrasi RI mundur, Prabowo: Demokrasi Sistem Terbaik Tak ada yang sempurna!
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap sistem demokrasi yang ia yakini sebagai bentuk pemerintahan paling ideal di antara segala pilihan yang tersedia.

Pandangan tersebut disampaikan saat dirinya menjalani wawancara khusus bersama media asal Prancis, atlantico.fr, yang diterbitkan Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

"Saya percaya pada demokrasi. Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi ia adalah sistem terbaik di antara semua alternatif yang tersedia," ujar Prabowo.

Pernyataan ini muncul untuk merespons pertanyaan mengenai dinamika situasi politik dalam negeri yang sempat diwarnai protes dari elemen masyarakat sipil hingga sorotan terhadap peran militer.

Prabowo juga merefleksikan pengalamannya selama dua dekade berkecimpung dalam kontestasi politik nasional sebelum akhirnya terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Itulah sebabnya saya mengikuti proses demokrasi. Saya mencalonkan diri sebagai presiden tidak hanya sekali, tidak dua kali, tetapi lima kali sejak 2004—tahun 2004, 2009, 2014, 2019—dan baru menang di tahun 2024," ungkapnya.

Terkait arah kebijakannya, ia menekankan bahwa pemerintahannya kini menuntut ritme kerja yang agresif demi memenuhi ekspektasi rakyat yang menginginkan hasil nyata secara instan.

"Rakyat saya mengharapkan hasil, dan mereka mengharapkannya dengan cepat. Itulah sebabnya saya meminta Kepolisian dan TNI untuk membantu memberikan hasil tersebut: membangun kembali Sumatra setelah banjir, membangun jembatan, dan memastikan ketahanan pangan," ucap Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti keterbukaannya terhadap media dengan menyatakan bahwa dirinya merupakan presiden yang bersedia diwawancarai secara langsung tanpa teks.

"Saya menyambut baik interaksi dengan media. Saya mungkin adalah presiden Indonesia pertama yang bersedia melakukan wawancara tanpa naskah selama empat jam—bukan sekali, tapi dua kali," tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung