Repelita Jakarta - Kontroversi mengenai keabsahan berkas riwayat pendidikan perwakilan pimpinan tertinggi negara kembali mencuat seiring dengan bergulirnya proses peradilan di mahkamah.
Seorang pengamat perilaku sosial dan kesehatan publik secara terbuka memaparkan konsistensi langkah penelusuran mandiri yang telah dilakukannya sejak beberapa tahun silam.
ADVERTISEMENT
Pernyataan mengenai garis linimasa investigasi independen atas kejanggalan dokumen akademik tersebut dibagikan ke ruang siber melalui saluran media sosial pribadi.
Pernyataan publik yang mengulas seputar polemik pendidikan wakil presiden terpilih itu diunggah secara resmi oleh akun @DokterTifa.
Dalam unggahan digital tertanggal 2 Oktober 2026 jam 3.33 PM tersebut, sang tokoh intelektual menegaskan peran serta sumbangsih pemikirannya bagi publik.
Akun @DokterTifa menuliskan, "Dr Tifa: sejak tahun 2023 sudah pertanyakan Ijazah Gibran Jika anda melihat tanggal berita ini: 22 November 2023 saya sudah menginvestigasi pendidikan Gibran yang mencurigakan, dan temuan-temuan kejanggalan saya sampaikan melalui sosial media. Hasil investigasi sekaligus penelitian berbasis Ilmu Neuro politika tentang perilakunya menggunakan akun Fufufafa saya tulis dalam buku Gibran Black Paper (GBP). Buku ini terbit menunggu momentumnya. Jadi tugas saya tentang Gibran sudah selesai. Alhamdulillah Para Ilmuwan, Akademisi, dan Pemerhati lain sudah bergerak melanjutkan: Subhan Palal, Bonatua Silalahi, Mercy Sihombing, dan para Ilmuwan Hukum yang dipimpin Prof Denny Indrayana. Semoga mendapatkan ridha Allah dan seluruh perjuangan ini semata demi kebaikan bangsa dan negara."
Langkah penelusuran tersebut diklaim kini telah diteruskan oleh barisan akademisi serta praktisi hukum terkemuka guna memperkuat gugatan di persidangan.
Proses hukum sengketa riwayat sekolah ini pun memicu gelombang atensi masif serta reaksi spekulatif dari masyarakat pengguna jejaring digital.
Salah satu komentar bernada sarkasme dan penuh keyakinan diutarakan oleh seorang warganet dalam kolom respons interaktif dari kiriman daring tersebut.
Pernyataan kritis dari netizen terkait potensi putusan akhir perkara ketatanegaraan itu dilayangkan oleh akun @tedy_ang76.
Melalui tulisan yang dikirim beberapa saat setelahnya, akun @tedy_ang76 menegaskan, "sudah terjamin/fixed MK DISKUALIFIKASI gibran 😂🤣 kalo MK gak diskualifikasi gibran, maka seisi bumi jagad semesta akan mentertawakan MK yang turut ikutan dibodohi oleh gibran tanpa punya lembar ijazah grade 12 luar negeri eee bisa bisanya muncul surat penyetaraan SMA😂🤣😂😂."
Persoalan ini terus mengundang perdebatan sengit di ruang publik siber mengingat dampak besar yang dapat memengaruhi legitimasi kepemimpinan politik nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Dr Tifa: sejak tahun 2023 sudah pertanyakan Ijazah Gibran
— Dokter Tifa (@DokterTifa) October 2, 2026
Jika anda melihat tanggal berita ini:
22 November 2023 saya sudah menginvestigasi pendidikan Gibran yang mencurigakan, dan temuan-temuan kejanggalan saya sampaikan melalui sosial media.
Hasil investigasi sekaligus… pic.twitter.com/pXM5M7kpWL