Berita, Nasional

Dokter Tifa Soroti Kekeliruan Jokowi Sebut MBS Penguasa UEA: Wis Ngaku-ngaku, Salah Pisan

Repelita.id

09 April 2026 21:38 WIB

Dokter Tifa Soroti Kekeliruan Jokowi Sebut MBS Penguasa UEA: Wis Ngaku-ngaku, Salah Pisan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sosok yang kerap mengkritisi isu publik, Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa, kembali menjadi sorotan setelah menyoroti pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait penyebutan tokoh dari Timur Tengah.

Melalui unggahannya di platform X pada Selasa (8/4/2026), Dokter Tifa mempertanyakan pernyataan Jokowi yang menyebut sosok MBS sebagai penguasa Uni Emirat Arab (UEA).

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataannya, ia menilai telah terjadi kekeliruan yang signifikan dalam penyebutan nama pemimpin negara tersebut.

Dokter Tifa menegaskan bahwa MBS merupakan singkatan dari Mohammed bin Salman yang diketahui menjabat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi, bukan pemimpin Uni Emirat Arab.

Menurutnya, sosok yang seharusnya dimaksud sebagai pemimpin UEA adalah Mohamed bin Zayed Al Nahyan yang juga dikenal dengan singkatan MBZ.

"Gegayaan sebut nama Penguasa Uni Emirat Arab - UEA. Kakak saya Yang Mulia MBS," tulis Dokter Tifa dalam unggahannya.

"MBS atau HRH Muhammad bin Salman Al Saud itu Putra Mahkota KSA atau Kingdom of Saudi Arabia. Kalau Penguasa UEA atau Uni Emirat Arab itu MBZ atau Muhammad bin Zayed Al Nahyan," lanjutnya.

"Walau sama-sama pakai nama Arab tapi itu dua negara yang berbeda!" tegas Dokter Tifa mengkritisi pernyataan mantan presiden tersebut.

Ia pun mempertanyakan secara langsung siapa sosok yang sebenarnya dimaksud oleh Jokowi dalam pernyataan kontroversialnya tersebut.

"Yang mana Kakakmu? MBS atau MBZ? UEA atau KSA? Wis ngaku-ngaku, salah pisan. Wooo…ndleming," lanjutnya dengan nada sindiran tajam.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengaku telah menelepon Presiden Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (11/3/2026) di awal pecahnya perang Timur Tengah.

Namun yang menjadi sorotan publik, Jokowi menyebutkan presiden UEA dengan singkatan MBS, bukan MBZ yang merupakan singkatan dari Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

"Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya tanya, 'Yang Mulia kapan perangnya selesai?'," kata Jokowi dalam acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara pada Sabtu (4/4/2026).

Ditanyakan mengenai kepastian waktu berakhirnya konflik, Jokowi mengungkap bahwa MBS menjawab perang antara AS-Israel dengan Iran tidak bisa diperkirakan kapan akan berakhir.

"Baru mulai itu saya sudah tanya, 'kapan perangnya kira-kira selesai?' Dijawab enggak pasti dan enggak jelas," ujar Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi melanjutkan bahwa ia kembali mengajukan pertanyaan kepada MBS terkait harga minyak yang melonjak imbas eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

"Kemudian saya bertanya, 'Harga minyak ini akan sampai berapa?' Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali," kata dia.

Setelah menelepon MBS, Jokowi juga mengaku bahwa ia menelepon menteri di negara tersebut dan mendapatkan jawaban yang sama persis.

"Saya ulangi lagi telepon ke menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini," ucapnya.

"Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali," sambung Jokowi.

Ia pun meminta masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar APBN Indonesia tetap kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi akibat eskalasi konflik tersebut.

"Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat menghadapi guncangan-guncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini," jelas Jokowi di hadapan para hadirin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung