Berita, Timur Tengah

Donald Trump ngamuk-ngamuk usai Israel disebut lakukan pekerjaan kotor oleh kanselir Jerman

Repelita.id

29 April 2026 22:43 WIB

Donald Trump ngamuk-ngamuk usai Israel disebut lakukan pekerjaan kotor oleh kanselir Jerman
Foto: Istimewa

Repelita Berlin - Hubungan Amerika Serikat dan Jerman memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap Kanselir Friedrich Merz yang sebelumnya menyebut Israel "melakukan pekerjaan kotor untuk kita semua" dalam konflik melawan Iran .

Kemarahan Trump dipicu oleh kritik Merz yang menilai kampanye militer AS-Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang tidak dipikirkan matang-matang serta membahayakan stabilitas ekonomi Eropa .

ADVERTISEMENT

Melalui unggahan di media sosial pada Selasa, 28 April 2026, Trump menuding Merz tidak memahami ancaman nuklir Iran dan mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Kanselir Jerman tersebut .

"Kanselir Jerman, Friedrich Merz, berpikir tidak apa-apa jika Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan! Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan menjadi sandera," tulis Trump dengan nada geram .

Trump juga menyindir kondisi ekonomi Jerman yang sedang terpuruk, menyebut negara tersebut buruk secara finansial akibat kepemimpinan yang tidak tegas .

Perseteruan ini semakin memperpanjang daftar ketegangan antara Trump dengan sekutu Eropa dan NATO yang enggan memberikan dukungan penuh terhadap kampanye militer di Iran .

Sementara itu, Merz sebelumnya menilai Washington sedang "dipermalukan" oleh taktik negosiasi Teheran karena Iran menolak bertemu dengan pejabat AS sebelum blokade pelabuhan dicabut .

"Masalah dengan konflik seperti ini adalah Anda tidak hanya harus masuk, Anda juga harus keluar lagi. Kita telah melihat hal itu dengan sangat menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun. Kita juga melihatnya di Irak," ujar Merz mengkritik strategi perang AS .

Meskipun Jerman selama ini dikenal sebagai sekutu setia AS dan pemasok senjata terbesar bagi Israel, perang di Iran telah menyebabkan harga minyak melonjak saat negara-negara Eropa masih terpuruk akibat krisis ekonomi .

Pernyataan Merz yang menyebut Israel "melakukan pekerjaan kotor" merupakan penyimpangan tajam dari kebijakan pro-Israel garis keras yang selama ini dijalankan Jerman .

Kritik terbuka dari Berlin ini dinilai sebagai sinyal bahwa dukungan Eropa terhadap kampanye militer Trump mulai luntur di tengah tekanan domestik akibat krisis energi dan ekonomi yang memburuk .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung