Berita, Nasional

Dua Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Tewas saat Latsarmil, Kemhan Ungkap Penyebabnya

Repelita.id

27 June 2026 00:28 WIB

Dua Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Tewas saat Latsarmil, Kemhan Ungkap Penyebabnya
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Program pelatihan dasar militer bagi para calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih kini tengah dalam sorotan tajam menyusul gugurnya dua peserta saat menjalani pendidikan.

Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa dua anggota Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia 2026 tersebut menghembuskan napas terakhir selama mengikuti masa latihan di satuan pendidikan TNI.

ADVERTISEMENT

”Kemenhan RI berduka atas wafatnya dua peserta Program SPPI KDKMP dan KNMP 2026 saat mengikuti Latsarmil di satuan pendidikan TNI,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Peserta pertama, Anisa Muyassaroh, meninggal dunia saat menempuh pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, setelah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan.

”Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung,” jelas Rico mengenai kondisi Anisa yang dilaporkan memburuk pada 18 Juni lalu.

Korban kedua bernama Yonanda Muhammad Taufiq yang sedang menjalani pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan, juga dinyatakan meninggal akibat kondisi serupa.

”Kondisi kesehatannya menurun pada 17 Juni. Yang bersangkutan meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung,” tambah Rico.

Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui rangkaian seleksi fisik dan kesehatan yang ketat sebelum dinyatakan layak untuk mengikuti pelatihan semi militer tersebut.

Meski demikian, insiden tersebut memicu urgensi evaluasi mendalam terhadap prosedur seleksi, sistem pengawasan medis di lapangan, serta mekanisme penanganan darurat bagi peserta.

Kemhan berkomitmen untuk meninjau kembali seluruh tahapan pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang dan memastikan pelatihan berjalan sesuai standar keselamatan yang akuntabel. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung