Berita, Nasional

Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembaki Kelompok Bersenjata Usai Mendarat di Papua Selatan

Repelita.id

14 September 2026 21:36 WIB

Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembaki Kelompok Bersenjata Usai Mendarat di Papua Selatan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - dua orang pilot maskapai penerbangan Smart Air dikabarkan meninggal dunia secara tragis akibat insiden penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di wilayah Papua Selatan.

Tragedi berdarah tersebut pecah seketika usai burung besi yang mengangkut total sebanyak tiga belas orang penumpang itu mendarat mulus di landasan Bandara Koroway Batu.

ADVERTISEMENT

Peristiwa penyerangan mematikan itu tercatat berlangsung pada tanggal 11 Februari 2026 yang langsung memicu perhatian serius dari aparat keamanan gabungan di daerah.

Armada penerbangan sipil tersebut sebelumnya dilaporkan bertolak meninggalkan kawasan Bandara Tanah Merah yang berada di wilayah administratif Kabupaten Boven Digoel.

Manifesto penerbangan komersial itu memuat dua belas orang penumpang kategori dewasa serta seorang anak bayi yang turut serta dalam perjalanan tersebut.

Pesawat dijadwalkan mendarat di area Bandara Koroway Batu pada kisaran pukul 11.05 waktu setempat bagian wilayah Papua Selatan.

Aksi penembakan secara beringas langsung dilancarkan oleh kelompok bersenjata tak lama sesudah roda pesawat menyentuh landasan bandara terpencil tersebut.

Seluruh penumpang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dari ancaman maut dan lolos tanpa mengalami luka-luka fisik sedikit pun.

Akan tetapi, nahas bagi sang pilot bernama Egon Erawan bersama kopilot Baskoro yang justru menjadi sasaran peluru saat berupaya melarikan diri meninggalkan kabin pesawat.

Upaya meloloskan diri dari kepungan kelompok bersenjata tersebut berujung duka setelah kedua penerbang dinyatakan gugur akibat luka tembak yang diderita.

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz memberikan keterangan bahwa kelompok separatis bersenjata kuat dugaan menjadi dalang utama di balik serangan keji ini.

Aparat penegak hukum mengidentifikasi dua faksi kelompok yang disinyalir terlibat yaitu Batalyon Kanibal serta Batalyon Semut Merah.

Kedua kelompok bersenjata tersebut diyakini bergerak di bawah komando pimpinan utama bernama Elkius Kobak yang berasal dari wilayah Kabupaten Yahukimo.

Pasukan pengamanan gabungan langsung bergerak cepat menguasai dan mengamankan area Bandara Koroway Batu guna mempersempit ruang gerak pelaku.

Upaya pengejaran intensif serta penyisiran wilayah secara menyeluruh terus digencarkan aparat demi memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Sebanyak tiga belas orang penumpang yang merupakan warga lokal setempat berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun.

Seluruh warga yang menjadi penumpang tersebut langsung dipulangkan kembali ke kediaman masing-masing usai insiden menegangkan itu mereda.

Jenazah kedua almarhum pilot kemudian diterbangkan menuju Jakarta setelah rampung menjalani rangkaian prosedur identifikasi, autopsi medis, serta pembalseman.

Peti jenazah kedua pahlawan udara tersebut selanjutnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga duka serta manajemen perusahaan tempat mereka bekerja.

Pihak berwenang menegaskan bahwa faktor keselamatan warga sipil menjadi prioritas mutlak di tengah upaya perburuan kelompok bersenjata yang masih berlangsung. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung