Berita, Nasional

Eko Kuntadhi Beberkan Bukti Kegagalan Total Trump: Rudal Iran Makin Presisi, Pangkalan AS Luluh Lantak

Repelita.id

12 April 2026 18:59 WIB

Eko Kuntadhi Beberkan Bukti Kegagalan Total Trump: Rudal Iran Makin Presisi, Pangkalan AS Luluh Lantak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kemenangan militer yang diklaim Amerika Serikat dalam ketegangannya dengan Iran hingga kini menjadi sorotan besar-besaran dari berbagai kalangan, termasuk pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang melontarkan kritik pedas terhadap strategi Donald Trump.

Dalam analisisnya yang diunggah di akun X (Twitter) miliknya pada tanggal 10 April 2026, Eko Kuntadhi menyebut bahwa secara strategis, Trump justru sedang membawa Amerika ke jurang kehancuran pamor di mata internasional.

ADVERTISEMENT

Eko membedah bahwa klaim kemenangan dalam perang tidak bisa hanya dilihat dari seberapa banyak bom yang jatuh, melainkan dampak jangka panjang bagi negara tersebut.

Ia menyoroti kerusakan taktis yang dialami kedua belah pihak, di mana meski Iran menderita kerusakan fasilitas, serangan balasan mereka terbukti melumpuhkan harga diri militer Amerika.

"Jangan hanya lihat satu sisi. Memang Iran rusak, tapi rudal mereka makin presisi. Faktanya, hampir seluruh pangkalan militer AS di negara Teluk luluh lantak! Bahkan CNN menyebut pangkalan itu sudah tidak layak huni lagi," ujar Eko.

Ia juga menambahkan bahwa aset-aset ekonomi vital seperti ladang minyak, pabrik LNG, hingga industri keuangan di Dubai kalang kabut, bahkan jet tempur AS yang selama ini dibanggakan sebagai yang terbaik di dunia justru rontok oleh terjangan peluru Iran.

Menurut Eko, kesalahan terbesar Trump adalah kegagalan mencapai target strategis karena alih-alih membuat rakyat Iran berontak dan menggulingkan pemerintahan, serangan AS justru menjadi lem perekat yang menyatukan rakyat Iran di belakang pemimpin mereka.

"Tujuan Trump dan Netanyahu itu regime change. Mereka ingin rakyat Iran pecah. Tapi apa yang terjadi? Rakyat Iran justru makin solid! Sebaliknya di AS, Trump justru didemo 8 juta warganya sendiri. Approval rating-nya jeblok ke angka 39%," tegasnya.

Eko juga menyentil posisi politik Trump yang kini terpojok oleh ancaman pemakzulan dari Partai Demokrat dan bayang-bayang kasus Epstein yang terus mengejarnya.

Secara geopolitik, Eko menilai hegemoni Amerika Serikat kini sedang meredup dengan mengibaratkan AS sebagai sosok preman pensiun yang sudah kehilangan taringnya.

"Dulu, apa yang AS mau, dunia harus tunduk. Lihat Venezuela, presidennya bisa diculik dengan mudah. Tapi sekarang? Pamor AS sebagai pelindung kawasan anjlok. Siapa yang mau beli senjata mahal dari AS kalau hasilnya cuma segitu doang?" sindir Eko.

Efeknya kini mulai terasa karena Selat Hormuz praktis berada dalam kendali Iran, negara-negara Eropa mulai menjauh, sementara Taiwan dan Korea Selatan diprediksi akan berpikir dua kali untuk terus bergantung pada Amerika yang mulai goyah.

Di akhir pernyataannya, Eko menyelipkan nada skeptis terkait proses perdamaian dengan mengingatkan bahwa AS dan Israel adalah pihak yang punya rekam jejak buruk dalam menepati janji.

"Anehnya, PM Pakistan justru lebih didengar dunia sebagai fasilitator perdamaian. Padahal Indonesia sudah menawarkan diri sejak awal. Sayang, suara kita sepertinya masih belum dianggap di kancah global," tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung