Repelita Jakarta - Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Marzuki Mustamar gagal melenggang ke Tanah Suci usai dicegat masuk ke wilayah Arab Saudi.
Pencegahan mendadak tersebut dialami ulama terkemuka itu sewaktu tengah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjelang keberangkatan ibadah umrah.
ADVERTISEMENT
Informasi pembatalan tersebut dibagikan langsung oleh KH Marzuki Mustamar melalui rekaman video di akun TikTok @ngaosabah
.
“Saya nggak jadi umrah karena sudah akan naik pesawat tau-tau dipanggil, nggak boleh masuk Saudi. Yang membuat pernyataan nggak boleh masuk, Saudi sendiri,” kata Marzuki.
Pasca panggilannya dicegat, upaya diplomasi sempat ditempuh oleh perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Riyadh guna melobi pihak otoritas keamanan Arab Saudi.
Namun hingga pesan singkat terakhir diterima, permohonan izin melintas bagi pengasuh pondok pesantren tersebut belum mendapat lampu hijau dari otoritas setempat.
“Kemudian KJRI Riyadh sana, beberapa kali ngelobi pihak otoritas Saudi yang bagian security, PSS namanya, Saudi and Security. Sampai itu baru dapat WA, belum diizinkan,” ucapnya.
Mengenai pemicu penolakan tersebut, Marzuki menduga ada laporan kurang berdasar yang disodorkan pihak tertentu kepada otoritas keamanan Arab Saudi.
“Ada kemungkinan faktor keamanan, ada kemungkinan, mungkin tapi wallahu a'lam, ada orang yang kurang suka saya, memberi masukan, ya, memberi request ke pihak sana supaya fulan-fulan nggak boleh masuk Saudi,” kata dia.
Meski langkahnya tertahan, ulama asal Jawa Timur ini mengaku legowo serta mengambil hikmah di balik peristiwa pencekalan tersebut.
“Ya nggak papa, kami nggak tau. Untuk mendapatkan syafaatnya Nabi bisa di mana-mana ya. Mulang sampeyan juga nggak kalah besar pahalanya kan. Nggak papa. Dan kalau kebetulan orang-orang ini lagi berkuasa, suatu saat kekuasaannya juga hilang. Nggak akan selamanya,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Malang Subhan mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen imigrasi milik Marzuki sebenarnya telah terpenuhi secara lengkap.
Ia menerangkan bahwa paspor maupun visa resmi keberangkatan ibadah umrah telah diterbitkan oleh pihak berwenang Arab Saudi tanpa ada kendala administratif.
“Kalau menurut informasinya kan memang tidak ada laporan resmi ke kantor. Cuma kalau yang beredar di media sosial dan pernyataan beliau di channel youtube nya itu, itu kan beliau juga enggak tahu kan tiba-tiba dipanggil di bandara. Padahal berkas keimigrasiannya, paspor sudah ada, visa sudah diterbitkan oleh Arab Saudi, tapi tiba-tiba tidak boleh berangkat itu kan kami yang enggak tahu itu dari Arab Saudi nya katanya,” kata Subhan.
Ia menambahkan bahwa ranah pencekalan sepenuhnya menjadi wewenang imigrasi negara tujuan serta otoritas keamanan luar negeri.
“Kalau masalah tidak boleh dan sebagainya itu kan keimigrasian gitu mestinya,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak Kemenhaj Kota Malang belum menjalin komunikasi intensif dengan Marzuki maupun meminta penjelasan resmi dari pemerintah Arab Saudi.
“Belum. Ya kami mendapatkan info-info dari teman-teman dari jemaah ya kebetulan sowan ke beliau menanyakan ini ya beliau sudah pernyataan, ya sudah ada pernyataan secara luas di media kalau beliau juga ndak tahu apa namanya faktor penyebab tidak bolehnya itu lho apa itu juga belum tahu,” ujar dia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok