Berita, Nasional

Eks Stafsus Menteri Agama Bongkar Permintaan Uang 24 Anggota Panja DPR Saat Kunker ke Arab Saudi

Repelita.id

04 September 2026 20:51 WIB

Eks Stafsus Menteri Agama Bongkar Permintaan Uang 24 Anggota Panja DPR Saat Kunker ke Arab Saudi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Persidangan kasus rasuah kuota haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mendadak memanas berkat pengakuan mengejutkan seorang terdakwa penting.

Sosok terdakwa yang juga mantan staf khusus menteri agama tersebut blak-blakan membongkar adanya aliran permintaan dana tidak sah dari puluhan anggota dewan.

ADVERTISEMENT

Uang haram tersebut diduga diminta oleh 24 orang anggota Panitia Kerja dari Komisi VIII saat menjalankan kunjungan kerja luar negeri ke Arab Saudi.

Pernyataan blak-blakan itu disampaikan oleh Ishfah Abidal Aziz atau yang akrab disapa Gus Alex ketika menjalani persidangan pemeriksaan saksi.

Agenda sidang yang dihelat pada hari Kamis tanggal 3 Agustus tahun 2026 tersebut menghadirkan mantan pejabat pengelola dana haji sebagai saksi kunci.

Ketika mendapat giliran bertanya kepada saksi, terdakwa langsung mengonfirmasi perihal permintaan uang yang dipatok awal sebesar 3.000 riyal per orang.

"Saudara Saksi tahu atau Saudara Saksi ingat bahwa saya sampaikan 24 orang tersebut masing-masing meminta uang, awalnya 3.000 riyal per orang," kata Gus Alex dalam persidangan.

Menyadari besarnya nominal yang diminta, terdakwa mengaku tidak sanggup memenuhi seluruh permintaan fantastis dari para wakil rakyat tersebut.

Dirinya hanya mampu merogoh kantong pribadi bersumber dari dana honorarium miliknya untuk dibagikan kepada para rombongan kunjungan kerja.

"Kemudian saya hanya mampu menyiapkan dari uang honor saya sebesar 1.500 riyal per orang. Saya pernah ceritakan itu?" tanya Gus Alex.

"Iya, betul. Bapak cerita," jawab Jaja.

Gus Alex lantas mendesak saksi agar mengonfirmasi keterlibatan tiga pimpinan komisi teras yang sebelumnya sempat dibahas dalam perbincangan mereka.

"Apakah benar tiga orang yang saya ceritakan bertemu dengan saya itu pertama Pak Marwan Dasopang, kedua Pak Abdul Wachid, dan ketiga Pak Ashabul Kahfi?" tanya Gus Alex.

"Iya, betul," jawab Jaja.

Pertemuan rahasia antara terdakwa dengan para pimpinan komisi tersebut sebelumnya diungkapkan berlangsung di sebuah rumah makan kawasan Aziziyah.

Pertemuan tersebut sengaja diatur setelah seorang staf perwakilan dewan menghubungi terdakwa guna menyampaikan keinginan para pimpinan untuk berjumpa.

Tidak berhenti sampai di situ, terdakwa turut mencecar saksi mengenai adanya instruksi khusus untuk memungut sejumlah dana dari para penyedia layanan katering.

Namun, dalam kesaksiannya di ruang sidang, saksi menyatakan tidak mengetahui persis perihal perintah penarikan dana dari pihak penyedia katering haji.

"Kalau yang itu saya enggak ada, enggak ada, Pak," jawab Jaja.

Selain urusan katering, terdakwa kembali mengorek ingatan saksi terkait permintaan penyediaan dana talangan khusus untuk memborong berbagai macam oleh-oleh.

"Saudara Saksi ingat bahwa saat pertemuan tersebut saya diminta menyiapkan sejumlah uang tertentu untuk belanja oleh-oleh?" tanya Gus Alex.

"Iya, betul," jawab Jaja.

Terdakwa langsung menegaskan kembali konsistensi keterangannya bahwa cerita tersebut pernah ia sampaikan langsung kepada saksi pada masa lampau.

"Iya, betul," jawab Jaja.

Dalam perkara hukum yang merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah ini, terdakwa duduk di kursi pesakitan bersama mantan menteri agama.

Selain itu, sejumlah petinggi biro perjalanan haji swasta turut ditetapkan sebagai terdakwa dalam pusaran skandal penyelewengan kuota ibadah tersebut.

Berdasarkan hasil audit investigatif badan pemeriksa keuangan, tindakan lancung tersebut memicu kerugian negara yang mencapai angka fantastis yaitu Rp 622,09 miliar.

Kerugian masif tersebut terbagi ke dalam beberapa komponen mulai dari selisih penerimaan khusus hingga gelontoran dana percepatan pengisian kuota tambahan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung