Berita, Nasional

Eksistensi PTS terancam, PTN disebut seperti 'kapal keruk'

Repelita.id

23 August 2026 18:59 WIB

Eksistensi PTS terancam, PTN disebut seperti 'kapal keruk'
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ancaman serius tengah membayangi keberlangsungan perguruan tinggi swasta akibat masifnya ekspansi kampus negeri yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Otonomi penuh yang dimiliki PTN-BH memicu ketimpangan persaingan dalam merekrut calon mahasiswa baru di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

Rektor Universitas Islam Indonesia Hari Purnomo menyatakan "Konsekuensi utama bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) setelah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) naik status menjadi PTN-BH adalah terjadinya ketimpangan penarikan jumlah mahasiswa baru dan tekanan persaingan yang semakin ketat. Status PTN-BH memberikan keleluasaan bagi kampus negeri untuk berekspansi, yang sering kali berdampak langsung pada kelangsungan hidup PTS,".

Langkah perluasan daya tampung serta pembukaan program studi baru secara bebas oleh kampus negeri dinilai menggerus kuota pendaftar milik PTS.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan jumlah pendaftar secara drastis, khususnya bagi perguruan tinggi swasta berskala kecil dan menengah.

Hari Purnomo menegaskan "Hal ini karena PTN kini bebas menerima mahasiswa baru sebanyak mungkin dan membuka jurusan baru meski tanpa perlu mengacu lagi pada nomenklatur atau aturan yang telah ada. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kini seperti kapal keruk,".

Persaingan ketat ini memaksa institusi pendidikan swasta untuk melakukan pembenahan internal serta inovasi program guna menjaga minat calon mahasiswa.

Dalam situasi krisis tersebut, optimalisasi dan konsolidasi jaringan alumni dianggap menjadi fondasi utama penopang eksistensi universitas swasta.

Ketua Umum IKA UII Ari Yusuf Amir menyatakan "Para alumni bila disolidkan dalam sebuah organisasi bisa berperan sangat banyak, terutama bagi PTS ketika harus menghadapi perubahan ini. Jaringan para alumni yang kuat dapat membuat keberadaan sebuah universitas tetap solid di mata publik. Apalagi bila para alumni menduduki berbagai posisi penting baik di dalam pemerintahan atau masyarakat. Alumni yang baik dan solid itu cermin dari universitas yang bermutu,".

Dukungan persatuan para alumni tanpa memandang latar belakang politik menjadi modal penting agar kampus swasta tetap berdaya saing tinggi.

Mahfud MD menegaskan "Yang penting semua alumni bersatu memperjuangkan ide bersama. Selain itu selalu uiniversitas yang dilahirkan sebelum Indonesia merdeka dan oleh para pendiri republik ini, maka para alumni UII harus setia pada ajaran Islam dan negara republik Indonesia. Jangan terpecah karena asal usul. Tapi bersatulah dalam satu ide perjuangan,". (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung