Berita, Internasional

Ekstremis Israel Serang Biarawati Prancis di Yerusalem Timur, Polisi Tangkap Pelaku

Repelita.id

01 May 2026 23:48 WIB

Ekstremis Israel Serang Biarawati Prancis di Yerusalem Timur, Polisi Tangkap Pelaku
Foto: Istimewa

Repelita Yerusalem - Seorang biarawati Katolik asal Prancis menjadi korban serangan brutal seorang ekstremis Israel di Yerusalem Timur dalam insiden yang terekam video dan kini viral di media sosial.

Vikaris Jenderal Patriarkat Latin di Yerusalem, Uskup William Shomali, pada Jumat (1/5/2026) menyebut tindakan tersebut sebagai sangat serius dan tercela setelah menyaksikan rekaman kejadian yang memperlihatkan sang biarawati didorong hingga kepalanya terbentur batu.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya pada Rabu (29/4/2026), seorang pria warga Israel berusia 36 tahun ditangkap oleh kepolisian Israel setelah menyerang seorang biarawati di kawasan Yerusalem Timur dalam sebuah insiden yang mereka sebut bermotif rasial.

Shomali mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa rekaman video kejadian tersebut sangat “menyakitkan, mengkhawatirkan, dan sangat serius” untuk ditonton.

“Biarawati itu secara fisik lemah. Pelaku mendorongnya dengan keras dari belakang, menyebabkan ia terjatuh ke tanah setelah kepalanya membentur ubin batu yang menonjol,” ujar Shomali menjelaskan kronologi serangan yang membuat korban terluka parah.

“Ia (pelaku) kemudian kembali dan menginjak-injak tubuh biarawati tersebut. Seorang pria muda Israel keturunan Rusia turun tangan dan menarik pelaku menjauh dari korban, meskipun identitas penolong itu tidak diketahui,” lanjutnya.

Shomali menekankan bahwa cara biarawati itu jatuh dengan kepala membentur batu dapat menyebabkan kematiannya, terutama karena ia didorong dengan sangat keras dari arah belakang tanpa ada kesempatan untuk menahan diri.

“Pelaku yang kembali untuk menendang dan menginjak korban setelah ia sudah terkapar terluka membuat kejahatan ini semakin berat. Ini adalah tindakan yang sangat tercela dan tidak berperikemanusiaan,” katanya dengan nada mengecam keras.

Shomali juga memperingatkan bahwa penggunaan kata “kematian” kerap muncul dalam sejumlah slogan provokatif yang digunakan oleh kelompok-kelompok ekstremis Israel di kawasan tersebut.

Terkait proses penangkapan pelaku oleh aparat keamanan Israel, ia mengatakan bahwa polisi “tidak merespons dengan cepat dalam insiden-insiden serupa sebelumnya.”

Namun ia mengakui bahwa tindakan kepolisian kali ini patut diapresiasi, dan keadilan menuntut pengakuan atas perhatian serta tindak lanjut yang lebih serius dari aparat.

Ia menambahkan bahwa biarawati korban penganiayaan yang mengajukan laporan resmi sebelum dipindahkan ke rumah sakit menjadi faktor penting dalam mendorong penanganan kasus ini.

“Ketiadaan laporan resmi dalam kasus-kasus kekerasan lainnya sering kali menyebabkan tidak adanya tindak lanjut dari pihak kepolisian,” seraya mencatat pentingnya keberanian korban untuk melapor.

Shomali menegaskan perlunya edukasi ulang secara massal bagi mereka yang masih menganut ideologi rasis dan intoleran terhadap kelompok agama lain.

Ia juga menambahkan bahwa pelaku akan diadili berdasarkan hukum Israel yang berlaku dan polisi sendiri telah menyebut peristiwa tersebut sebagai ‘serangan rasial’ serta menyebut kejahatan itu dengan istilah yang tepat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung