Berita, Nasional

Elektabilitas Prabowo Anjlok di Survei SMRC, John Sitorus Sebut Dedi Mulyadi Bukan Lawan Sembarangan

Repelita.id

30 July 2026 17:07 WIB

Elektabilitas Prabowo Anjlok di Survei SMRC, John Sitorus Sebut Dedi Mulyadi Bukan Lawan Sembarangan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial John Sitorus menanggapi hasil rilis survei elektabilitas calon presiden untuk Pilpres 2029 yang dikeluarkan lembaga Saiful Mujani Research and Consulting.

Penelitian ilmiah tersebut menjadi topik perbincangan hangat di ruang publik lantaran menempatkan tingkat keterpilihan Presiden Prabowo Subianto di bawah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

Melalui unggahan akun X miliknya pada Kamis (30/7/2026), John Sitorus mengulas perolehan angka dalam temuan tersebut.

"Survei terbaru SMRC, nama Dedi Mulyadi MELAMBUNG tinggi mengungguli Prabowo," tulis John Sitorus.

Data hasil riset menunjukkan bahwa sebanyak 59 persen responden memilih Dedi Mulyadi, sementara Prabowo Subianto hanya mengantongi 28,3 persen dukungan.

"Tercatat, 59 persen memilih KDM sedangkan Prabowo hanya 28,3 persen. Andai semua yang menentukan memilih Prabowo, tetap saja akan kalah dengan KDM," tambahnya.

John mengakui bahwa popularitas mantan Bupati Purwakarta itu melonjak drastis berkat konsistensinya membagikan rekaman kegiatan ke platform digital.

"Harus diakui, popularitas KDM cukup signifikan dengan tiap hari ngonten. Apapun dikontenin, siapapaun yang lagi musibah dijadikan konten."

Aktivitas pembuatan konten di media sosial dinilai menjadi sarana komunikasi yang sangat efektif untuk menjangkau lapisan masyarakat bawah.

"Konten juga membantu KDM untuk sosialisasi. Misalnya penertiban bangunan liar, pembangunan jalan raya, komunikasi dengan warga yang efektif dengan bahasa dan gestur yang dimengerti rakyat membuat elektabilitasnya tak terbendung," jelas John Sitorus.

Ia menilai Dedi Mulyadi bakal menjadi kompetitor politik yang sangat tangguh jika memutuskan maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029 mendatang.

Hal itu didukung oleh kecenderungan pemilih di Indonesia yang mudah tertarik pada sosok berfigur populer dan viral di media sosial.

"KDM bukan lawan sembarangan, terlebih manusia Indonesia lebih suka dengan sesuatu yang tiba-tiba populer," kata John Sitorus.

Lembaga SMRC sebelumnya merilis hasil pemetaan elektabilitas tersebut pada Rabu (29/7/2026) dengan menempatkan Prabowo di urutan kedua dalam skenario head to head.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyebutkan bahwa peluang inkumben untuk menang terbilang berat jika pemilihan diselenggarakan saat ini.

"Bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali," kata Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung