Berita, Nasional

Elektabilitas PSI Stagnan 1,9 Persen, Pengamat Sindir Dampak Safari Politik Jokowi

Repelita.id

24 August 2026 19:33 WIB

Elektabilitas PSI Stagnan 1,9 Persen, Pengamat Sindir Dampak Safari Politik Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pergerakan safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke berbagai wilayah dinilai belum memberikan dampak elektoral yang nyata bagi Partai Solidaritas Indonesia.

Berdasarkan temuan data survei Indonesia Political Opinion periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026, keterpilihan PSI masih tertahan di angka 1,9 persen untuk DPR RI.

ADVERTISEMENT

Hasil survei tersebut mendapat tanggapan bernada sentilan dari pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melalui platform media sosial.

Gigin menyampaikan tanggapan kritis tersebut lewat postingan akun X pribadinya @giginpraginanto pada 24 Agustus 2026.

"Tenang bro. Anak didiknya bisa mengatur hasil pemungutan suara," tulis Gigin.

Tingkat elektabilitas partai yang belum beranjak naik itu menempatkan posisi PSI masih berada di papan bawah peta politik nasional.

Partai Gerindra mendominasi urutan teratas dengan 17,5 persen, disusul PDI Perjuangan 12,8 persen, Golkar 10,4 persen, dan Demokrat 8,1 persen.

Posisi menengah diisi oleh PKB sebesar 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, serta Nasdem yang memperoleh 4,4 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan bahwa posisi dukungan masyarakat terhadap PSI cenderung tidak banyak bergeser selama kurun waktu satu setengah tahun.

"Partai Solidaritas Indonesia tidak mengalami perubahan di satu setengah tahun ini. Masih tetap di 1,9 persen, meskipun Joko Widodo (Jokowi) melakukan roadshow ke sejumlah daerah," kata Dedi.

Dedi menambahkan bahwa publik sebenarnya sudah mengenal PSI dengan tingkat popularitas mencapai 70,2 persen berdasarkan data temuan survei.

Namun tingkat pengenalan yang tergolong tinggi tersebut belum mampu dikonversi secara optimal menjadi perolehan angka keterpilihan dalam simulasi pemilu.

"Dalam simulasi yang sama, PSI hanya meraih 1,9 persen suara," ujar Dedi.

Dedi berpendapat dampak kehadiran Jokowi kemungkinan baru bisa diukur secara objektif setelah seluruh agenda safari politiknya rampung dilaksanakan.

"Mungkin dampaknya baru terlihat setelah roadshow selesai, atau dalam satu tahun ke depan. Kalau dilakukan secara konsisten, bisa saja elektabilitasnya naik," kata Dedi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung