Berita, Timur Tengah

Empat Fakta Rudal SLAM-ER AS Hantam Pesta Pernikahan di Iran dan Tewaskan 70 Warga

Repelita.id

03 September 2026 21:18 WIB

Empat Fakta Rudal SLAM-ER AS Hantam Pesta Pernikahan di Iran dan Tewaskan 70 Warga
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Insiden pengeboman mematikan yang menghantam sebuah acara perayaan warga sipil di wilayah Iran selatan mendadak menjadi sorotan global setelah kemunculan serpihan senjata mematikan.

Pecahan material militer yang ditemukan di lokasi reruntuhan tersebut diidentifikasi sebagai komponen dari rudal jelajah canggih buatan pabrikan pertahanan asal Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil analisis mendalam yang dilakukan oleh pengamat persenjataan Trevor Ball, serpihan di lapangan memperlihatkan karakteristik kuat dari rudal presisi tinggi AGM-84H SLAM-ER.

Keberadaan senjata pemusnah jarak jauh tersebut langsung memicu perhatian khusus mengingat target yang hancur adalah sebuah bangunan tempat digelarnya hajatan pernikahan warga.

Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada malam hari tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa berjatuhan dari kalangan masyarakat sipil yang sama sekali tidak terlibat pertempuran militer.

Data resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran mencatat total korban tewas serta luka-luka akibat hantaman tersebut menyentuh angka sekitar 70 orang.

Mayoritas korban yang meregang nyawa maupun mengalami luka berat di lokasi kejadian didominasi oleh kaum perempuan serta anak-anak kecil yang tak berdosa.

Menanggapi temuan puing tersebut, pakar militer membeberkan empat fakta penting mengenai spesifikasi teknis dari amunisi canggih berjenis AGM-84H SLAM-ER buatan Boeing itu.

Fakta pertama menunjukkan bahwa senjata ini merupakan jenis rudal jelajah yang dirancang khusus untuk dilepaskan secara langsung dari armada pesawat tempur berkecepatan tinggi.

Fakta kedua menegaskan bahwa amunisi tersebut dikembangkan dengan orientasi serangan presisi tinggi untuk menghantam sasaran bernilai strategis di daratan.

Fakta ketiga mengungkapkan keunggulan teknologi man-in-the-loop yang memungkinkan operator manusia mengendalikan serta mengarahkan ulang sasaran saat rudal masih meluncur di udara.

Fakta keempat memperlihatkan ironi penemuan sisa komponen rudal tersebut tepat di tengah puing bangunan tempat berlangsungnya pesta pernikahan warga pesisir Kuhestak, Sirik.

Di tengah eskalasi konflik regional yang kian memanas, insiden mengerikan ini tidak hanya memperparah korban sipil tetapi juga memicu perdebatan luas terkait penggunaan senjata presisi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung