Repelita Jakarta - Gelombang unjuk rasa mahasiswa bersama koalisi masyarakat sipil serentak memadati sejumlah daerah di Indonesia pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Aksi massa yang bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda ini ditujukan untuk mengevaluasi dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Berdasarkan laporan visual dari kanal YouTube Kabar Utama, para demonstran menyampaikan kritik tajam mengenai berbagai persoalan ekonomi nasional.
Hal itu meliputi lonjakan harga komoditas bahan bakar minyak jenis Pertamax hingga melemahnya nilai tukar rupiah yang berimbas pada mahalnya bahan pangan pokok.
Pemberitaan tersebut juga menyiarkan narasi yang berbunyi sejumlah elemen mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia menggelar unjuk rasa mahasiswa mengkritisi pemborosan anggaran negara dengan program MBG dan Koperasi Merah Putih serta kenaikan harga pangan hingga terpuruknya perekonomian masyarakat.
Gejolak aksi di Kota Tasikmalaya Jawa Barat sempat diwarnai ketegangan fisik saat massa melakukan long march menuju gedung DPRD setempat.
Insiden saling dorong yang tidak terhindarkan membuat gerbang kantor dewan menjadi jebol dan roboh hingga halaman dikepung oleh demonstran.
Mahasiswa dalam orasinya ikut menyoroti penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan serta pemborosan alokasi APBN untuk program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, demonstrasi di wilayah Yogyakarta berpusat di tiga lokasi utama yakni kantor DPRD DIY, kompleks Kepatihan, serta titik nol kilometer.
Massa aksi tersebut merupakan gabungan elemen dari BEM DIY, BEM Nusantara, Gempur, HMI Cabang Yogyakarta, serta Aliansi Jogja Memanggil.
Aliansi tersebut diperkuat oleh Forum Cik Di Tiro, Wakanda, LSS, FPPI, hingga mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada.
Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta juga terlibat mendampingi massa yang menuntut perbaikan menyeluruh pada sektor lingkungan hidup serta kebijakan ekonomi makro.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok