Berita, Internasional

Ex Walkot New York: Klaim Inggris Akan Jadi Negara Muslim dalam 10 Tahun

Repelita.id

01 April 2026 12:12 WIB

Ex Walkot New York: Klaim Inggris Akan Jadi Negara Muslim dalam 10 Tahun
Foto: Istimewa

Repelita London - Mantan Wali Kota New York sekaligus pengacara pribadi Donald Trump, Rudy Giuliani, membuat pernyataan kontroversial dalam wawancara di Piers Morgan Uncensored pada akhir Maret 2026 dengan mengklaim bahwa Inggris akan menjadi negara Muslim dalam 10 tahun ke depan dan Raja Charles III kemungkinan akan menjadi raja Muslim Inggris.

“I have people from England telling me you’re gonna be a Muslim country in 10 years… They’ve taken over,” kata Giuliani dalam wawancara yang langsung viral tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa Gereja Katolik Roma kini lebih besar daripada Gereja Anglikan, dan menyebut “Charles III might be the Muslim monarch of England.”

Giuliani juga menyebut Al-Quran sebagai “cult of death” dan mengklaim bahwa hukum Syariah mendominasi sebagian wilayah Inggris.

Pernyataan ini muncul saat Giuliani sedang membela perang AS-Israel melawan Iran, namun tuan rumah Piers Morgan langsung membantah klaim tersebut.

“Only 5% of the UK is Muslim. You’re not being overrun,” kata Piers Morgan yang tinggal di London, menegaskan bahwa Syariah tidak memiliki kekuatan hukum resmi di Inggris.

Menurut data sensus terbaru, umat Muslim di Inggris saat ini sekitar 6 hingga 7 persen dari total penduduk.

Proyeksi Pew Research menunjukkan bahwa bahkan dalam skenario migrasi tinggi, pada tahun 2050 Muslim diperkirakan mencapai sekitar 17 persen, jauh dari angka mayoritas seperti yang diklaim Giuliani.

Muslim adalah kelompok agama yang tumbuh paling cepat di Inggris berkat tingkat kelahiran yang sehat dan imigrasi yang berkontribusi pada ekonomi serta budaya Inggris.

Raja Charles III sendiri dikenal sebagai salah satu pemimpin Barat yang paling menghormati Islam, dengan sejak 1993 ia berulang kali memuji kontribusi peradaban Islam terhadap Eropa.

Ia rutin mengucapkan selamat Ramadan, mengutip Al-Quran, dan menjadi patron Oxford Centre for Islamic Studies sebagai bukti dialog antaragama yang terjalin.

Umat Muslim di Inggris telah memberikan kontribusi besar di bidang kedokteran, pendidikan, bisnis, dan pelayanan sosial, dengan masjid-masjid menjadi pusat kegiatan yang damai.

Pernyataan Giuliani ini muncul di tengah konflik global antara AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 dan memasuki bulan kedua.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung